40 Ekonom dan Analis Pangkas Harapan Harga Minyak, Ada Apa nih?

40 Ekonom dan Analis Pangkas Harapan Harga Minyak, Ada Apa nih?

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Harga minyak kasar untuk kontrak yang aktif ditransaksikan bergerak berlawanan arah hari tersebut, Kamis (1/10/2020). Harga minyak Brent menguat sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) turun tipis.

Pada 09. 30 WIB, harga minyak berjangka acuan global Brent naik 3, 35% ke US$ 42, 32/barel. Sementara minyak berjangka patokan Paman Sam WTI  turun 0, 1% ke US$ 40, 18/barel.


Informasi baik datang dari pembicaraan jarang Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi  seputar paket stimulus ekonomi bantuan Covid-19 senilai US$ 2, 2 triliun.

Mnuchin  mengatakan ada banyak progress dengan sudah ditorehkan terkait rancangan undang-undang tersebut, tetapi juga masih penuh pekerjaan yang dilakukan. RUU tersebut kabarnya bakal di-voting  Kamis pasar ini waktu AS.  

Jika sah, maka hal ini diharapkan mampu mendongkrak gaya beli masyarakat AS sehingga jentera perekonomian bisa berputar kembali dan permintaan terhadap bahan bakar membaik.  

Semalam EIA melaporkan stok minyak mentah AS pekan lalu turun 1, 98 juta barel. Angka ini berbeda dengan estimasi para analis yang justru memperkirakan bakal naik 1, 6 juta barel.

Stok minyak distilat AS pekan lalu juga turun 3, dua juta barel jauh lebih di dari konsensus pasar yang memperhitungkan bakal turun 0, 92 juta barel. Sementara itu stok petrol AS justru naik 0, 68 juta barel minggu lalu.

Kekhawatiran terhadap permintaan lestari ada. Kekhawatiran berkembang di New York.   Kasus infeksi Covid-19 di wilayah tersebut terus meningkat. Pandemi telah menginfeksi lebih sebab 7, 2 juta dan mengganyang lebih dari 206. 000 orang di Amerika Serikat.

Meningkatnya pasokan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga membebani pasar, dengan peningkatan produksi  sejumlah 160. 000 barel per keadaan (bpd) pada September dari Agustus karena dibukanya kembali blokade pendapatan minyak Libya dan ekspor Iran yang naik.  

Riset ANZ mencatat Rusia meningkatkan produksi di asing kuota yang sudah ditetapkan oleh  OPEC dan sekutunya yang disebut OPEC+.

“Meningkatkan pasokan dari OPEC+ akan mempertaruhkan cara penyeimbangan kembali karena pasar sedang bergulat dengan permintaan yang lemah, ” kata ANZ Research.

Dalam survei Reuters, 40 analis dan ekonom sekarang tahu permintaan global menyusut 8 juta-9, 8 juta bpd  tahun itu, relatif membaik dibandingkan konsensus 8 juta-10 juta bpd bulan semrawut.

Namun mereka memangkas prospek harga minyak tahun ini, dengan rata-rata perkiraan untuk prinsip minyak mentah Brent di US$ 42, 48 per barel untuk tahun 2020 turun dari taksiran rata-rata US$ 42, 75 kamar lalu.

Prospek harga minyak mentah A. S. 2020 berada di US$ 38, 70 per barel versus US$ 38, 82 yang diperkirakan pada kamar Agustus.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)