Anies Kekeuh PSBB Total, Penolakan Gajah Jokowi dan Pengusaha

Anies Kekeuh PSBB Total, Penolakan Gajah Jokowi dan Pengusaha

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru saja mengumumkan kebijakan rem darurat dengan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin, 14 September mendatang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan alasan kembali diterapkannya PSBB karena angka penularan Covid-19 selama masa PSBB transisi terus menyusun.

Anies menyebut indikator utama dalam mengambil keputusan itu adalah terkait dengan tingkat kematian dan tingkat keterisian rumah rendah yang semakin tinggi. Hal itu menunjukkan bahwa DKI Jakarta di dalam kondisi darurat.

“Dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Pengoperasian Covid-19 di DKI Jakarta disimpulkan bahwa, kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB, tidak lagi PSBB transisi, ” prawacana Anies di Balaikota, Rabu, (09/09/2020) malam.



Pemprov DKI juga memprediksi jika rumah sakit akan penuh dengan pasien Covid-19 pada 17 September mendatang bila pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total tak dilakukan. Menurut Anies saat ini tersedia 4. 053 tempat tidur isolasi Covid-19 yang tersebar di 67 rumah sakit rujukan Covid-19. “Hingga hari ini sudah terisi 77% dari total kapasitas tempat rebah isolasi, ” papar Anies.

Menurutnya, masa PSBB total tak diterapkan oleh karena itu pada tanggal 17 September segenap tempat tidur tersebut akan terisi pasien. Begitu pula dengan ketersediaan ICU yang saat ini berjumlah 528 tempat tidur. Menurut Anies, kapasitas ICU tersebut hanya cukup sampai 15 September mendatang, masa PSBB total tak diberlakukan.

Pernyataan Anies soal vila sakit yang akan penuh bila PSBB tidak diterapkan dimentahkan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto. Dia mengatakan jika negeri telah menegaskan bahwa tidak tersedia kapasitas kesehatan yang terbatas.

Menurutnya pemerintah memiliki simpanan yang cukup dan pemerintah hendak terus menambah kapasitas bed cocok dengan kebutuhan. “Kita meyakinkan kalau seluruh daerah termasuk DKI Jakarta fasilitas kesehatan akan terus dimaksimalkan oleh pemerintah, ” kata Airlangga, Kamis (10/9/2020).

Airlangga juga menegaskan pemerintah pusat berikan perhatian soal Rumah Sakit dan akan selalu tingkatkan kapasitas. Termasuk jumlah bed atau peraduan.

“Peningkatan RS dan fasilitas kesehatan akan terus tambah. Fasilitas di hotel dan memanfaatkan hotel bintang II dan III seperti di Sulsel, dan disiapkan isolasi wisma atlet. Disiapkan dalam tower 5, 6 dan khusus pekerja dari luar negeri pada tower 7 dan 8, ” paparnya.

Ia pula mengungkapkan, pemerintah mendorong RS di DKI untuk dilakukan relaksasi pasien yang posisi sudah hampir sembuh dan dalam tahap observasi pada wisma atlet.

Pendirian lain juga disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia menghargai PSBB menjadi salah satu aturan Kesehatan yang harus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, di sisi lain, PSBB justru menganjurkan dampak yang buruk bagi perekonomian.

“PSBB atau apalagi di berbagai negara mereka melangsungkan penutupan total atau lockdown menyampaikan dampak yang luar biasa mendalam terhadap kondisi sosial ekonomi klub, ” ujarnya Jumat (11/9/2020).

Indonesia menerapkan PSBB asal Maret lalu sehingga perekonomian tepat terkontraksi. Pada kuartal II-2020, perekonomian terkontraksi hingga minus 5, 32%.

“Indonesia melakukan PSBB terutama pada awal terjadinya covid yaitu pada Maret, April, Mei maka kita melihat dampak baik ekonomi langsung signifikan. Perekonomian kita pada kuartal II mengalami kontraksi yang cukup dalam, ” kata dia.

Kontraksi yang dalam ini terjadi karena era PSBB diterapkan semua aktivitas perekonomian terhenti. Bahkan terjadi PHK besar-besaran di berbagai perusahaan karena tak adanya kegiatan produksi.

“Pertumbuhan negatif ini menggambarkan kesibukan ekonomi baik dari sisi seruan apakah itu konsumsi, investasi, ekspor bahkan kegiatan pemerintah mengalami kemerosotan dan dr sisi produksi apakah itu sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi, jasa keuangan, semuanya pula mengalami penurunan yang sangat garang, ” jelasnya.

Keluhan mengenai diberlakukannya kembali PSBB juga disampaikan oleh pengusaha. CEO & Direktur Utama PT Intiland Development Tbk Hendro S. Gondokusumo menghargai akan banyak dampak negatif untuk perekonomian jika PSBB diterapkan. Apalagi, pusat perbelanjaan juga menjadi lengah satu tempat yang bakal ditutup.

“Waktu April, kita sudah turun tinggal 30% (penjualan). Saat transisi mulai naik sampai menuju 40-50%. Saya takut dengan adanya PSBB lagi ini mau turun, ” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/9).

Ia bilang sektor memiliki ratusan industri turunan atau berdampak mulia pada mata rantai industri. Hendro menyebut setidaknya ada 175 rantai pasok industri yang bergantung dengan sektor properti.

“Ini semua terpengaruh dan diperkirakan 30 juta tenaga kerja menggantungkan hidupnya. Dan saya selalu katakan sebagian orang merasa properti milik karakter punya uang. Saya katakan properti UMKM punya bisnis. semua anggota kita 90% bisnisnya UMKM, ” katanya.

Jika tidak ada perubahan, Hendro memperkirakan angka penurunan penjualan akan kembali ke angka semula, atau saat pembukaan PSBB, yakni di kisaran 30%.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)