Apa Kabar Harga Emas Hari Ini, Masih Roller Coaster kah?

Apa Kabar Harga Emas Hari Ini, Masih Roller Coaster kah?

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Harga emas masih susah tembus ke level tertinggi historisnya.   Sejak terjun bebas bulan lalu, harga logam mulia itu susah untuk menyentuh level psikologis US$ 2. 000/troy ons.  

Awal pekan ini Senin (14/9/2020), harga emas dunia di pasar spot menguat tipis. Pada 07. 00 WIB, nilai logam kuning tersebut naik 0, 08% ke US$ 1. 942, 5/troy ons. Pekan lalu nilai emas naik 0, 65% ke US$ 1. 941, 5/troy ons.

Harga emas turun pada hari Jumat (11/9/2020) sesudah Bank Sentral Eropa (ECB)  tak memberikan sinyal konkrit tentang provokasi lebih lanjut, tetapi ketidakpastian ekonomi yang masih ada membuat logam kuning tersebut tetap di belang untuk kenaikan secara mingguan.


“ECB tidak membahas perkara euro yang menguat, mereka juga tidak memaparkan rencana stimulus lanjutan, yang akan menjaga inflasi dalam zona euro. Itu negatif untuk emas, ” kata analis Riset Kuantitatif Komoditas Peter Fertig, mengambil Reuters.

“Sementara pengembangan vaksin Covid-19 serta peningkatan data ekonomi menjadi hambatan jangka pendek untuk emas, suku bunga rendah dan bahkan negatif, dolar  yang lebih lemah, & ekspektasi untuk stimulus lebih lanjut tetap menjaga keseimbangan risiko ke atas, ” kata Standard Chartered dalam sebuah catatan.

Pekan ini bank sentral AS yakni the Fed akan mengumumkan kebijakan moneternya  dan semua lupa tertuju pada otoritas moneter memutar berpengaruh di dunia itu. Final ketua the Fed mengatakan bahwa bank sentral akan membiarkan inflasi untuk bergerak lebih tinggi.

Inflasi yang tinggi berarti mengindikasikan bahwa nilai mata kekayaan akan tergerus. Jelang rapat komisi pengambil kebijakan the Fed ini, indeks dolar berpotensi bergerak volatil dan cenderung melemah. Pelemahan dolar diharapkan mampu menjadi angin segar bagi emas.  

Harga emas memang bergerak bertentangan arah dengan dolar AS. Barang logam ini ditransaksikan dalam lupa uang Negara Paman Sam itu, sehingga penguatan dolar AS akan menekan harga emas.  

Selain adanya ancaman inflasi yang membawa berkah bagi emas, risiko ketidakpastian global akibat tensi geopolitik tinggi AS-China yang kembali mencuat juga harus tetap diwaspadai investor.  

Washington dan Beijing mulai kisruh besar tahun silam. Saat keduanya terlibat perang dagang dan ekonomi global mengalami perlambatan yang nyata, harga emas mulai menanjak.

Selain sebagai aset untuk hedging aurum juga diyakini sebagai aset safe haven. Ketika kondisi ekonomi & politik sedang tidak menentu, investor mencari suaka dan membeli aset-aset minim risiko seperti emas. Sehingga hal ini turut mendongkrak harganya naik.

Ribut jarang AS dan China makin tak berujung. Kini giliran Beijing yang melempar serangan ke AS. Jumat malam waktu setempat, China mengumumkan pembatasan baru pada aktivitas diplomat AS yang bekerja di China daratan dan Hong Kong.

Kebijakan tersebut merupakan lupa satu aksi balasan China terhadap perlakuan AS Oktober tahun semrawut. Seorang juru bicara kementerian asing negeri mengatakan aturan akan benar untuk diplomat senior dan seluruh personel lainnya di Kedutaan Mulia Amerika di Beijing dan konsulat di seluruh China, sebagaimana diwartakan CNBC International.

AS dan China memang ‘bertempur’ dekat di segala lini. Setelah Trump mengancam akan menutup TikTok dalam AS kecuali jika menjualnya ke perusahaan AS, China dikabarkan menentang ancaman tersebut.

CNBC International melaporkan Beijing lebih menetapkan TikTok ditutup daripada harus menjualnya ke perusahaan AS. Hal itu akan membuat China menjadi terlihat lemah akan tuntutan Washington, taat salah seorang sumber yang familiar dengan permasalahan tersebut.

Meski sentimen di atas mewujudkan harga emas masih tetap kokoh di atas US$ 1. 900/troy ons. Ada kabar lain seputar pengembangan vaksin yang menjadi penghambat pergerakan emas untuk naik teristimewa.

Informasi kini datang dari AstraZeneca. Setelah menghentikan uji klinis tahap kesimpulannya pekan lalu, perusahaan yang bermarkas Cambridge, Inggris itu dikabarkan mau melanjutkan uji klinis tahap III-nya. AstraZeneca melanjutkan kembali uji klinisnya setelah mendapat lampu hijau daripada otoritas kesehatan Inggris.

Kabar ini akan membangkitkan tumpuan semua orang akan vaksin penangkal Covid-19. Tanpa adanya vaksin, harapan perekonomian akan suram. Kehidupan wajar tanpa masker, w ork from home maka jaga jarak aman akan susah ditempuh.

Kabar perkembangan vaksin AstraZeneca ini juga membantu risk appetite investor akan membaik & harapannya mampu mengangkat aset-aset keuangan yang berisiko seperti saham & menekan harga aset-aset safe haven seperti emas.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)