Apa Kabar Rencana Erick Tutup Merpati dan Iglas? Ini Updatenya

Apa Kabar Rencana Erick Tutup Merpati dan Iglas? Ini Updatenya

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan dua BUMN yakni PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dan PT Iglas (Persero).

Meski sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir  sempat mengirimkan kemungkinan melikuidasi kedua perusahaan yang sudah ‘sekarat’ tersebut.

“Ini kan udah masuk PPA [PT Perusahaan Pengelola Aset] ya. Ini kita lagi nunggu juga, bagaimana solusinya dan kita lagi koordinasi dengan Kementerian Keuangan juga, apakah nanti memungkinkan untuk di-merger, atau apakah masih bisa diubah model bisnisnya. Tapi kalau misal tidak mampu lagi ya apa boleh buat [likuidasi], ” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, kepada CNBC Indonesia, di Jakarta, Jumat (26/06/2020).


Seperti diketahui, rencana Kementerian BUMN mengurangi jumlah BUMN semakin lancar sesudah memperoleh restu dari Presiden Joko Widodo  (Jokowi). Langkah pertama yang dilakukan kementerian dengan mengkonsolidasikan kongsi sudah terjadi, tahap selanjutnya bakal segera dieksekusi.

Erick beberapa waktu lalu mengatakan kewenangan dari Presiden Jokowi sudah dikantongi.

Tempat akhirnya dapat menggabungkan dan melikuidasi perusahaan BUMN. Wewenang ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 40/M Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Percepatan Restrukturisasi BUMN.

“Sebagai info, dari 142 BUMN sekarang kita bisa susunan 107, sudah signifikan dan terus kita turunkan. Akan jadi 80-70 ke depannya. Ini tahap 1 sudah dilaksanakan, berikutnya kita jika lakukan tahap selanjutnya. Ini selalu kita turunkan klasterisasi. Sudah kita turunkan dari 27 jadi 12, jadi masing Wamen [wakil menteri] pegang 6 klaster, ” kata Erick dalam paparannya pada Komisi VI DPR RI, Selasa (9/6/2020).

Konsolidasi yang dilakukan adalah dengan menggabungkan BUMN serupa dalam satu holding. Laksana di sektor farmasi, kementerian menetapkan Bio Farma (Persero) menjadi sari perusahaan, dengan anak usahanya PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Kemudian di sektor perasuransian, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)/BPUI didapuk menjadi induk usaha dari sejumlah kongsi asuransi. Anak usahanya antara lain PT Asuransi Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) serta Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Tak hanya penyatuan, likuidasi juga akan dilakukan. BUMN yang berpotensi dilikuidasi adalah Merpati dan Iglas.

Arya juga sempat menyebutkan beberapa kongsi yang sudah masuk dalam list departemen untuk segera dilikuidasi karena dinilai tak lagi bisa dipertahankan.

“Anda tahu Merpati? Masih terbang nggak? Nggak. Tapi masih ada perusahaannya. Masih terbang nggak? Kalau soal pesawat ada, kalau nggak terbang kan nggak ada operasi, tapi masih ada Merpati, ” kata Arya, Sabtu (6/6/2020).

Saksikan video terkait di bawah ini:

(hps/hps)