AS-China Ancam Mau Putus Lagi, Wall Street Jadi Loyo

AS-China Ancam Mau Putus Lagi, Wall Street Jadi Loyo

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham Wall Street ditutup melemah tajam pada Selasa (8/9/2020). Pelemahan didukung melempemnya saham-saham teknologi dan aksi jual saham emiten energi dan keuangan.

Dow Jones Industrial Average turun 2, 3% atau sekitar 630 poin dan ditutup pada 27. 500, 89. Sementara S& P 500 berbasis luas merosot 2, 8% menjadi 3. 331, 84.

Sedangkan Nasdaq yang kaya teknologi roboh 4, 1% menjadi 10. 847, 69. Nasdaq telah turun 10% dalam tiga sesi terakhir setelah mencapai yang terakhir dalam serangkaian rekor pada 2 September.

Kepala investasi di Cresset Capital, Jack Ablin, mengatakan sesi kemarin menandai pergeseran dari semangat akhir pekan lalu di mana penjualan jauh melampaui saham-saham teknologi.

“Investor tidak cuma memindahkan ‘kursi’ mereka, ” sebutan Ablin dikutip dari AFP . “Mereka khawatir tentang pemulihan yang tidak kuat. ”

Tidak seperti pekan lalu, imbal hasil Treasury GANDAR juga turun kemarin. Hal selaras juga terjadi pada minyak mendarat tajam, indikator kekhawatiran meningkat, sekapur Ablin.

“Ini kisah perlambatan ekonomi, ” katanya.



Analis mengutip meningkatnya ketegangan AS-China sebagai alasan. Presiden AS Donald Trump menyebut akan melakukan decouple (pemutusan hubungan) jika terpilih teristimewa.

China pun telah mengambil ancang-ancang. Aturan baru dibuat untuk memutus perusahaan teknologi secara AS.

Selain itu, kebuntuan di Washington atas fragmen lain pendanaan stimulus jadi pokok lain. Meski data ekonomi sesuai pekerjaan yang terbit minggu cerai-berai melampaui ekspektasi, hal ini tak bisa membuat Wall Street ke zona hijau.

Perusahaan teknologi besar seperti Apple serta Amazon kembali mengalami penurunan yang dalam. Namun Tesla paling jatuh hingga 21, 1%.

Saham Boeing juga turun 5, 8% setelah mengungkapkan lebih penuh masalah dengan jet 787 Dreamliner. Perusahaan pembuat pesawat itu mau menunda pengiriman pesawat.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)