awas-pinjol-ilega-cari-mangsa-korban-orang-orang-ini-1

Awas! Pinjol Ilega Cari Target Korban Orang-orang ini

Jakarta, CNBC Indonesia kepala Keberadaan pinjaman online atau pinjol ilegal di Nusantara semakin banyak. Sejumlah kawanan masyarakat dibidik untuk menjadi korban layanan tersebut.

Pandemi Covid-19 masa ini membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian dan memerlukan dukungan pendanaan yang segera. Ketua Dewan Komisioner Dominasi Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan hal ini membuat pinjol ilegal menawarkan produk kepada beberapa orang dengan literasi keuangan sedikit sehingga sulit membedakan mana yang legal dan tidak.

“Menawarkan kepada orang-orang yang memiliki literasi keuangan nista, sehingga sulit membedakan mana yang legal dan tidak legal, ” kata Wimboh dalam acara Penandatangan Penjelasan Bersama dalam Rangka Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal, Jumat (20/9/2021).


Selanjutnya para pelaku pinjol ilegal akan merugikan asosiasi. Modus nya dengan memberikan suku bunga tinggi & fee yang tidak umum serta cenderung besar. Selain itu juga mengenakan dam di luar batas & menagih dengan cara intimidasi.

Wimboh mengungkapkan Satgas Waspada Investasi (SWI) menindak lanjuti laporan kelompok sebanyak 7. 128 dakwaan terkait pinjol ilegal. Informasi itu terdiri dari bagian ringan, sedang dan berat.

“Kategori mudah suku bunga terlalu agung, cara penagihan sebelum jatuh tempo. (Kategori) berat termasuk ancaman data pribadi atau permintaan dengan intimidasi, ” ungkap Wimboh.

Selain itu SWI juga menghentikan operasional 3. 365 entitas pinjol ilegal per Juli 2021 lalu. Dia menambahkan OJK juga telah melangsungkan upaya preventif dan represif terkait pemberantasan pinjol ilegal ini.

Misalnya bekerja sama dengan pihak ban untuk memblokir rekening pinjol ilegal. Selain tersebut mempublikasikan daftar fintech lending yang terdaftar di OJK jadi dapat membedakan mana yang legal dan tak.

“Melakukan edukasi secara masif menyampaikan konten-konten informatif dan literasi, serta mudah mengerti, ” tambahan Wimboh.

Selain itu, Wimboh juga mengapresiasi langkah yang dilakukan SWI. Mulai dari melakukan patroli siber, pemblokiran situs serta aplikasi pinjol ilegal had melakukan proses hukum.

“Menerbitkan koperasi menyimpan pinjam yang menawarkan pinjam online, melakukan pelarangan payment gateway dan juga melayani proses hukum terhadap pinjol ilegal, ” kata Wimboh.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)