bangun-budaya-inovasi-bpjs-kesehatan-bertahan-di-era-pandemi-1

Bangun Budaya Inovasi, BPJS Kesehatan Bertahan di Era Pandemi

Jakarta, CNBC  Indonesia- P erjalanan implementasi Program Tanggungan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Segar (JKN-KIS) dapat kita amati memiliki dinamika tersendiri.   BPJS Kesehatan bisa disebutkan sebagai organisasi pembelajar ( Learning Organization). Learning Organization bermakna bahwa BPJS Kesehatan kudu waspada, luwes, adaptif, serta mampu membaca tren periode depan.

Kejadian tersebut diungkapkan Direktur Istimewa BPJS Kesehatan, Ali Ghufron dalam kegiatan LSPR Lecturer Convention 2021, Kamis (8/4). Menurut dia, tantangan yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan dan Program JKN-KIS adalah cakupan kepesertaan  yang mencapai 222. 847. 524 jiwa (82% dari jumlah penduduk), dengan jumlah pegawai BPJS Kesehatan 6. 968 pegawai. Artinya bisa dikatakan satu pegawai melayani 31. 982 peserta program JKN-KIS.

“Dengan jumlah peserta sebesar ini dengan bagian peserta yang bervariasi, customer needs tentunya terus menyusun, yang membutuhkan upaya-upaya inovatif untuk mencapainya. Di BPJS Kesehatan sendiri, pengelolaan inovasi berbasis pada akselerasi kebiasaan inovasi, ” kata Ghufron.


Ghufron menambahkan, dengan adanya pandemi Covid-19 memaksa hampir semua dari kita untuk lebih banyak beraktivitas dari vila dan memanfaatkan aplikasi maupun tools berbasis website untuk tetap terhubung satu serupa lain dan dunia dengan lebih luas. Proses penelaahan internal BPJS Kesehatan serupa pada akhirnya mengadaptasi kejadian tersebut.

Akselerasi budaya inovasi BPJS Kesehatan tubuh, dimulai dari penggambaran wawasan atau Wall of Knowledge yaitu melakukan aktivitas menelaah bersama dan menghasilkan one point lesson . Dilanjutkan dengan visualisasi ide atau Wall of Ideas yaitu membentuk acara ideation , melahirkan ide untuk meningkatkan kinerja unit kerja mencuaikan proses design thinking, lean six sigma , dan sebagainya.

Ketiga ialah penggambaran inovasi atau Wall of Innovation , aktivitasnya berupa testing , meronce prototype dan menerapkannya pada lapangan. Testing merupakan periode penerapan ide. Terakhir adalah diadakan Festival Inovasi, aktivitasnya berupa mempresentasikan hasil-hasil permutasi dalam kegiatan festival tingkat wilayah ataupun nasional.

“Akselarasi budaya inovasi yang dibangun BPJS Kesehatan, membuahkan inovasi-inovasi pelayanan publik khususnya memudahkan peserta mengakses layanan seiring transisi zaman. Inovasi yang diluncurkan BPJS Kesehatan juga memiliki apresiasi dari masyarakat, makin berperan besar dalam positif penanganan pandemi Covid-19 pada Indonesia, ” kata Ghufron.

Inovasi yang diusung BPJS Kesehatan, misalnyai di hal pelayanan administrasi kepesertaan tanpa tatap muka melalui BPJS Kesehatan Care Center satu 500 400, Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA) & Penyajian Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) .

Selain tersebut, BPJS Kesehatan tubuh memanfaatkan tele-consultation dalam melayani kontak dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalaikan aplikasi Mobile JKN serta Mobile JKN Faskes. Pemanfaatan tele-consultation ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meminimalisir kontak langsung seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 , layanan ini tanpa dipungut biaya tambahan.

BPJS Kesehatan juga mengembangkan screening Covid-19 harian peserta JKN-KIS menggunakan aplikasi Mobile JKN. Bahan screening ini digunakan sebagai sumber data peserta JKN-KIS yang memiliki kondisi komorbid dan disampaikan ke Pemerintah.

BPJS Kesehatan juga menyusun strategi pemanfaatan data dan informasi Program JKN-KIS dalam kejadian mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19. BPJS Kesehatan memberikan pertolongan sumber data dalam penyusunan target masyarakat yang akan menerima vaksin Covid-19; memberikan informasi pencatatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang meliputi registrasi, screening hingga dokumentasi pelaporan melalui aplikasi P-Care Vaksinasi .

Serta m enyampai kan dashboard kepada seluruh Pemerintah Daerah dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi terkait agenda JKN dan pembayaran klaim Covid-19.

“Diharapkan budaya inovasi yang terus ada di BPJS Kesehatan, akan terus berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, ” kata Ghufron.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)