bitcoin-disebut-gimmick-dan-mirip-dengan-skema-ponzi-setuju-1

Bitcoin Disebut Gimmick dan Mirip dengan Skema Ponzi, Akur?

Jakarta, CNBC Indonesia – Kritikan terhadap Bitcoin terus terdengar bersamaan secara pendukungnya. Salah satu yang mengkritik adalah penulis ‘Black Swan’, Nassim Nicholas Taleb yang menyebutkan mata uang kripto itu hanya gimmick dan memiliki karakteristik laksana skema Ponzi.

Menurutnya Bitcoin terlalu tak stabil untuk jadi sembarangan uang yang efektif. Selain itu tidak aman menyembunyikan nilai terhadap inflasi dan keduanya tidak memiliki ikatan apapun.

“Pada dasarnya tidak ada ikatan antara inflasi dan Bitcoin. Tidak ada. Maksud kami, Anda bisa mendapatkan hiperinflasi dan Bitcoin menjadi nol. Tidak ada hubungannya diantara mereka, ” kata Taleb dikutip CNBC Internasional, Sabtu (24/4/2021).


Menurutnya tidak ada dasar untuk menghubungkan Bitcoin secara sesuatu yang ekonomis.

Tak sampai kian, Taleb juga menyebut istimewa Bitcoin mirip seperti rancangan Ponzi. Skema tersebut ialah jenis penipuan saat pelaku mencuri uang dari investor dan menutupinya dengan meneruskan pengembalian pada klien dari dana yang diberikan sebab investor baru.

Taleb mengiakan tertipu oleh Bitcoin di awalnya. Sebab pernah memperhitungkan dapat berkembang menjadi mata uang yang bisa ditransaksikan.

Namun tahu kenaikan dan penurunan Bitcoin yang tak pasti menyusun dia ragu. “Sesuatu dengan bergerak 5% sehari, 20% perbulan, naik atau turun tidak bisa menjadi serampangan uang. Ini sesuatu yang lain, ” kata tempat.

Tanpa pertolongan pemerintah, dia mengatakan Bitcoin hanya sebagai spekulasi. Mirip seperti permainan dan disebut sebagai mata uang.

Harga Bitcoin dasar mengalami kenaikan gila-gilaan kurang waktu terakhir. Pada Oktober lalu nilainya masih US$11 ribu namun minggu morat-marit menyentuh US$65 ribu.

Tapi Jumat cerai-berai, Bitcoin juga sempat runtuh ke level di kolong US$50 ribu. Diperkirakan penyebabnya adalah rencana Presiden AS Joe Biden menaikkan pajak capital gain.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)