Bos AstraZeneca Bawa Kabar Baik Vaksin Corona, Apa Itu?

Bos AstraZeneca Bawa Kabar Baik Vaksin Corona, Apa Itu?

Jakarta, CNBC Indonesia Chief Executive Officer (CEO)  AstraZeneca PLC, kongsi farmasi Inggris, mengungkapkan bahwa v aksin coronavirus potensial yang tengah dikembangkan perusahaan kemungkinan akan memberikan perlindungan terhadap tertularnya virus  Covid -19 selama sekitar satu tahun.

“Kami pikir itu [vaksin] akan melindungi semasa sekitar satu tahun, ” sekapur CEO  AstraZeneca, Pascal Soriot  kepada  penyiar Bel RTL, stasiun radio Belgia, dilansir CNBC  International , Rabu (17/6/2020).

AstraZeneca  sudah mengacu uji coba manusia terhadap vaksin yang dikembangkan bersama Oxford University ini. Uji coba fase I di Inggris akan segera berakhir dan uji coba fase III sudah dimulai.


Manajemen  AstraZeneca   pada Sabtu lalu mengungkapkan bahwa mereka telah menandatangani persetujuan dengan Prancis, Jerman, Italia & Belanda untuk memasok 400 juta vaksin potensial dari perusahaan untuk pasar Uni Eropa. Selain tersebut, perseroan juga telah  memakbulkan kesepakatan dengan Inggris dan Amerika Serikat (AS).

“Jika semuanya berjalan dengan baik, kami akan memperoleh hasil uji klinis pada Agustus atau September. Kami memproduksi secara paralel. Kami akan siap mengirimkan mulai Oktober jika semuanya berlaku dengan baik, ” kata Soriot .

Italia , Jerman, Belanda & Prancis diketahui sepakat membayar premi awal sebesar 750 juta euro atau US$ 843, 2 juta (setara Rp 12 triliun, sangkaan kurs Rp 14. 000/US$) untuk sekitar 300 juta dosis vaksin potensial yang diproduksi AstraZeneca.

Foto: CEO AstraZeneca Pascal Soriot/doc. AstraZeneca
CEO AstraZeneca Pascal Soriot/doc. AstraZeneca

Hal ini diungkapkan Kementerian Kesehatan Italia sebagaimana dilansir Reuters, Senin (15/6/2020). Kantor berita Italia juga melaporkan negara-negara itu hendak memiliki opsi untuk membeli 100 juta dosis vaksin lanjutan.

Khusus Italia, Negeri Pizza ini akan membayar sebesar 185 juta euro (setara dengan Rp 3 triliun, asumsi kurs Rp 16. 100/euro) untuk 75 juta dosis vaksin yang sedang dikembangkan oleh Oxford University.

Namun Ketika dimintai anggapan lebih lanjut tentang kesepakatan itu, juru bicara perusahaan farmasi pokok Inggris ini mengatakan kepada CNBC International bahwa ” AstraZeneca tidak mengungkapkan informasi keuangan apa pun sehubungan dengan perjanjian tersebut. ”

Perusahaan mengatakan terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan lain “untuk memenuhi komitmen perusahaan dalam mendukung akses ke vaksin secara nirlaba alias tanpa keuntungan selama pandemi . Perseroan juga mengantisipasi bahwa biaya pembuatan vaksin akan diimbangi dengan uang dari pemerintah.

Vaksin Covid -19 hak AstraZeneca yang bernama AZD1222 ini sedang menjalani uji klinis fase 2/3 dengan melibatkan kira-kira 10. 000 sukarelawan dewasa di dalam uji coba tahap akhir dalam Inggris.   Vaksin, bernama AZD1222, pada awalnya dikembangkan oleh Oxford di Inggris serta AstraZeneca bekerjasama dengan mitra industri farmasi untuk memproduksi & mendistribusikan obat

AstraZeneca adalah perusahaan farmasi yang merupakan hasil merger dari perusahaan Swedia Astra AB dan perusahaan Britania, Zeneca Group PLC .   Perusahaan  tercatat di Bursa New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange.

Saksikan video terkait di lembah ini:

(tas/sef)