bpjs-kesehatan-cetak-verifikator-andal-dan-bersertifikasi-1

BPJS Kesehatan Cetak Verifikator Patuh dan Bersertifikasi

Jakarta, CNBC  Indonesia- BPJS Kesehatan terus berpacu menciptakan inovasi dan program pengembangan kualitas human capital di seluruh kelas jabatan , tak tersendiri untuk jabatan verifikator . Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan verifikator memiliki peran dengan strategis dalam melakukan pengoperasian mutu dan biay a dalam Rencana JKN-KIS.

“Dengan t eknik verifikasi pembayaran yang berkualitas, akan memajukan efektivitas pemberian layanan kesehatan serta mencegah terjadinya penyalahgunaan. Buat itu, dalam 7 tahun pelaksanaan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan terus berupaya untuk memajukan kapabilitas verifikator, ” sirih Ghufron saat Kick Off Pengelolaan Program JKN yang Transparan dan Akuntabel Meniti Penguatan Kapabilitas Verifikator, Kamis (22/04).

Selain itu dengan Rakornis BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK), terdapat rekomendasi dalam pengelolaan Program JKN-KIS menetapkan adanya pengembangan kompetensi verifikator melalui sertifikasi oleh Institusi Sertifikasi BPJS Kesehatan.


Saat tersebut Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BPJS Kesehatan telah menyusun dan mengembangkan skema sertifikasi kompetensi okupasi bagi verifikator penjaminan manfaat rujukan. Rancangan tersebut telah mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Adapun di lapangan, tugas verifikator dan staf penjaminan manfaat adalah melakukan kegiatan verifikasi klaim dan evaluasi pemanfaatan ( utilization) layanan kesehatan rujukan serta dan mitigasi kecurangan ( fraud ). Keduanya harus menguasai metode verifikasi sesuai standar regulasi penjaminan manfaat dan manual coding , melakukan verifikasi pasca klaim secara rutin bagi seluruh FKRTL, serta dapat menggodok dan memanfaatkan database serta aplikasi DEFRADA (Deteksi Fraud dan Analisa Data Klaim) untuk mendeteksi potensi ketidaktepatan pembayaran klaim.

Oleh karena tersebut verifikator BPJS Kesehatan kudu kompeten, memiliki knowledge serta skill untuk menjalankan tugas-tugasnya, serta didukung dengan tabiat sesuai standar kompetensi. Verifikator serupa berperan untuk menjaga supaya program JKN berkelanjutan serta berkualitas, ” kata Ghufron.

Kualifikasi verifikator BPJS Kesehatan yang cakap, dipercaya oleh Pemerintah di upaya penanganan pandemi Covid-19. BPJS Kesehatan diberi penugasan istimewa dari Pemerintah untuk mengabulkan proses verifikasi klaim panti sakit atas pemberian penyajian kesehatan akibat bencana pagebluk Covid-19. Sampai saat tersebut, BPJS Kesehatan melalukan cara verifikasi klaim Covid-19 serasi dengan ketentuan, akuntabel, transparan sesuai dengan prinsip good governance.

Dalam kesempatan tersebut Ketua BNSP Kunjung Masehat mengungkapkan betul mengapresiasi upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan. Kerjasama LSP BPJS Kesehatan dan BNSP dapat makin optimal. Pelaksanaan skema sertifikasi verifikator ke depan diharapkan dapat disetarakan dengan standar profesi tingkat internasional.

“Dengan kekuatan LSP BPJS Kesehatan tubuh saat ini, kami harap juga ada penambahan para asesor untuk mempermudah di proses sertifikasi profesi verifikator. Mengingat sangat luasnya cakupan Program JKN-KIS, ” sekapur Masehat.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)