Bursa Asia Hijau Termasuk IHSG, Hanya Nikkei yang Merah

Bursa Asia Hijau Termasuk IHSG, Hanya Nikkei yang Merah

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar uang saham Asia mayoritas masih hidup di zona hijau, kecuali ruang Nikkei.   Bursa Asia menghijau karena optimisme investor setelah Gedung Putih kembali bersedia membahas paket stimulus dengan Capitol Hill.

Pada pukul 11: 00 WIB, indeks Nikkei Jepang melemah 0, 37%, Hang Seng di Hong Kong melesat 2, 06%, disusul Shanghai China yang melonjak 2, 27%, indeks STI Singapura yang naik 0, 56% dan KOSPI dari Korea Selatan terapresiasi 0, 49%.

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 11: 00 WIB terpantau menguat 0, 78% atau naik 39 poin ke golongan 5. 093, 02.


Menteri Keuangan GANDAR Steven Mnuchin bahkan sudah mengirimkan proposal terbaru pada Jumat terang waktu Washington.

Pemerintah AS kini cukup mengajukan paket stimulus bernilai US$ 1, 8 triliun, naik ketimbang proposal sebelumnya yakni US$ 1, 6 triliun. Pekan ini, Menkeu Mnuchin dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi akan melanjutkan bibir.

“Kami ingin berprasangka bahwa Ketua House punya itikad bak sehingga kita bisa mencapai kemajuan dalam periode dekat, ” ujar Alyssa Farah, Juru Bicara Gedung Putih, seolah-olah dikutip dari Reuters.

Selain itu, sepertinya pelaku pasar mulai mengambil posisi karena peluang kemenangan Joseph ‘Joe’ Biden dalam pemilihan presiden (pilpres) AS semakin besar.

Jajak pendapat yang digelar Reuters dan Ipsos per 6 Oktober menunjukkan, 44, 2% calon pemilih akan menyerahkan suara bagi Biden jika pilpres dilakukan sekarang. Suara yang memilih Trump hanya 37, 1%.

“Setiap kala angka polling untuk Biden terbang, begitu pula investasi di rekan modal, ” ujar Robert Phipps, Direktur Per Stirling Capital yang berbasis di Texas, sebagaimana diwartakan Reuters.

Pelaku pasar melihat ada satu kebijakan Biden yang bakal mencolok dibandingkan Trump, yaitu dalam situasi perdagangan. Saat Biden, kemungkinan, oleh karena itu presiden Negeri Adidaya, maka perang dagang dengan berbagai negara (terutama China) akan selesai.

Jadi satu efek besar di perekonomian dunia, yaitu perang dagang, bisa dicoret daripada daftar. Ekonomi pun bisa lebih stabil.

Pelaku pasar sepertinya sedang meneliti data ekonomi di AS, yang mana pada pekan ini, AS telah memasuki musim laporan keuangan ( earnings seasons ).

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(chd/chd)