trik-baru-ri-tarik-investasi-investor-bawa-uang-izin-beres-1

Cara Baru RI Tarik Investasi: Investor Bawa Uang, Permisi Beres!

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengajak investor untuk berinvestasi di Nusantara berbekal teknologi dan pangkal. Dengan dua modal tersebut, negara menjamin akan mengurus perizinan usaha dan tempat industrinya.

“Dengan tagline yang baru, silakan investor bawa teknologi, capital dan sebagian modal. Nanti izin dan lokasi industri nanti biar negara dengan ikut hadir urusnya, itu kerja sama yang indah pada pelaku usaha dan pemerintah, ” ujar Bahlil dalam Indonesia Investment Wadah 2021 secara virtual, Kamis (27/5/2021).

Indonesian, kata Bahlil adalah satu diantara negara dengan tujuan investasi terbaik. Pertama, karena kemajuan ekonomi Indonesia masih bertambah baik dibandingkan dengan negeri G20 lainnya.


Mengenai selama tahun lalu perekonomian Indonesia minus 2, 19 persen dan mulai menikmati pemulihan di kuartal I 2021 menjadi minus 0, 74%.

“Pertumbuhan ekonomi tersebut lebih cantik dibandingkan negara lain pada Asia Tenggara, bahkan pertumbuhan GDP kita dibandingkan G20 lebih baik kita nomor dua setelah China, ” tuturnya.

Keyakinan investor terhadap Indonesia datang saat ini, kata Bahlil juga masih terjaga. Total investasi yang masuk ke Indonesia selama tahun cerai-berai sebesar Rp 827 triliun

Sepanjang 2020, realisasi Penanaman Modal Aneh (PMA) sebesar Rp 412, 8 triliun, atau hanya turun 2, 4% dibandingkan periode yang sama tarikh lalu Rp 423, satu triliun. Sementara itu, ia menyatakan bahwa PMA di sejumlah negara turun pandai selama pandemi covid-19.

“FDI ( Foreign Direct Investment ) kita turun nya tidak terlalu besar, tak lebih dari 10%. Keyakinan dunia kepada Indonesia pada melakukan investasi masih lestari terjaga, ” tuturnya.

Alasan lain dengan membuat negara lain sopan berinvestasi di Indonesia merupakan, karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Mulai dari perikanan, pertambangan, kehutanan, memiliki potensi dengan luar biasa untuk dikembangkan.

Indonesia juga mengabulkan reformasi regulasi dengan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja yang menyampaikan perbaikan bagi dunia jalan. Sehingga, lanjut Bahlil, pengusaha akan mendapatkan kepastian, fasilitas efisiensi dan transparan.

“Dulu kita kudu akui Indonesia regulasinya enggak terpusat, persoalan perizinan saat ini di 18 K/L dengan keluarkan izin melalui OSS yang dikelola Kementerian Investasi/BKPM, ” tuturnya.

Ia optimistis Indonesia sedang akan menjadi salah mulia negara tujuan investasi.

Selain itu, negeri juga mempersiapkan kawasan ekonomi untuk menampung investasi itu. Salah satunya adalah Daerah Industri Batang, Jawa Tengah yang sangat strategis pokok dekat dengan sarana transportasi jal tol, pelabuhan, dan rel kereta.

“Saya jamin tanah dalam sini (Kawasan Industri Batang) lebih murah dan clear and clean, nanti pemerintah di bawah Kementerian Investasi akan bantu bapak pokok semua (investor), ” jelasnya.

Kepercayaan Investor ke RI Terjaga

Dalam kesempatan dengan sama, Menteri Koordinator Dunia Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengamini pernyataan Bahlil.

Luhut membaca kepercayaan investor global di Indonesia terlihat dari sebanyak lembaga pemeringkat rating surat utang yang mempertahankan status utang Indonesia pada golongan layak investasi.

Mulai dari lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information, Inc (R& I) dengan mempertahankan peringkat utang luar negeri (Sovereign Credit Rating) Indonesia di BBB+ dengan outlook stabil pada 22 April 2021. Dengan peringkat itu, Nusantara dikategorikan investment grade atau layak investasi.

R& I sebelumnya sudah menaikkan peringkat utang Indonesia dari BBB dengan outlook stabil menjadi BBB+ dengan outlook stabil (investment grade) pada 17 Maret 2020 lalu.

Selanjutnya, Fitch, lembaga pemeringkat global mempertahankan peringkat utang asing negeri Indonesia pada golongan BBB atau investment grade dengan outlook stabil bagi 19 Maret 2021. Peringkat ini tak berubah semenjak 10 Agustus 2020.

Sementara itu, Standard and Poor’s (S& P) mempertahankan peringkat utang sungguh negeri pada level BBB dengan outlook negatif dalam 22 April 2021.

“Artinya, negara-negara asing masih melihat Indonesia sebagai negara yang kredibel buat investasi. Kalau kita menentang Fitch, S& P, dan Moody’s masih memberikan rating stabil padahal dia telah downgrade banyak negara, misalnya Italia, Meksiko, Afrika Daksina, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)