corona-di-vietnam-malaysia-ri-menggila-ini-beda-strateginya-1

Corona di Vietnam-Malaysia-RI Menggila, Ini Beda Strateginya!

Jakarta, CNBC Indonesia – Negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Vietnam, Malaysia, dan Indonesia mengalami rentetan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. Ketiga negara ini pun mulai mengatur muslihat demi menanggulangi tingginya angka infeksi virus ini.

Di Vietnam, fall Covid-19 saat ini telah mencapai 23. 385 jamaah, dengan 102 orang di antaranya meninggal. Program vaksinasi pun berjalan lambat serta pemerintah setempat juga masih berusaha membeli vaksin.

Sebab itu, pemerintah Vietnam memutuskan memberlakukan penyekatan arus mobilitas penduduk dri dan menuju Ibu Kota Hanoi mulai Kamis selanjutnya (8/7) akibat lonjakan fall infeksi.


Dilansir Reuters, Sabtu ini (10/7), transportasi umum yg menghubungkan 14 provinsi yg dinyatakan sebagai zona merah Covid-19 menuju Hanoi untuk sementara tidak diperbolehkan beroperasi.

Bukan itu saja, pemerintah Ibu Kota Hanoi juga meminta penduduk di natural untuk sementara waktu bukan bepergian bila memang bukan ada keperluan mendesak.

“Jumlah mobilitas penduduk dari dan menuju ibu kota sangat tinggi, serta membuat virus mudah menyebar di tengah masyarakat, inch demikian isi pernyataan kantor gubernur Hanoi, dilansir Reuters.

Vietnam memang tengah kalang kabut. Lonjakan kasus infeksi Covid-19 di negara komunis ini mulai terjadi sejak April. Pemerintah mencoba melakukan penanganan, sebatas saja virus yang banyak bermutasi termasuk varian Delta lebih cepat menyebar di kawasan perindustrian, termasuk di Kota Ho Chi Minh.

Pada Senin lalu, bahkan kasus harian infeksi Covid-19 di Vietnam memecahkan rekor mencapai seribu orang akibat penyebaran virus varian Delta.

Pada Kamis, kasus harian di Vietnam bertambah menjadi 1 ) 314 orang.

Pemerintah Kota Ho Chi Minh juga memberlakukan larangan mobilitas dan kerumunan penduduk hingga 15 hari ke depan mulai Jumat.

Mereka juga menutup sementara arus penerbangan dari dan menuju luar negeri. Kebijakan serupa juga diterapkan di wilayah tetangga Ho Chi Minh, Jingle Nai.

“Situasi di Ho Chi Minh sangat rumit karena diperkirakan masih akan terjadi lonjakan kasus, yang membuat layanan kesehatan semakin tertekan, inch kata Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long.

Kemenkes Vietnam mengutus 10. 000 tenaga kesehatan mulai dari dokter hingga perawat untuk membantu penanganan Covid-19 di Ho Chihuahua Minh.

NEXT: Malaysia dan Indonesia