Corona Mengganas, WHO Imbau Warga Bumi Berkorban Agar Selamat

Corona Mengganas, WHO Imbau Warga Bumi Berkorban Agar Selamat

Jakarta, CNBC Indonesia  kepala Peningkatan kasus Covid-19 di negeri membuat beberapa negara kemungkinan kudu menutup lagi bisnis-bisnis yang tidak penting, demi mencegah situasi semakin memburuk. Beberapa negara di potongan Bumi utara terutama Amerika Serikat (AS) dan Eropa mencatatkan pengembangan kasus yang signifikan, sehingga diperlukan langkah-langkah mitigasi yang lebih saksama.

Meski demikian World Health Organization (WHO) mengharapkan sebagian besar negara tidak perlu mengesahkan karantina wilayah atau lockdown, laksana yang diterapkan oleh beberapa kepala dunia untuk menekan penularan virus Covid-19.

“Kita berada jauh di dapur virus ini, ” ujar Executive Director Health Emergencies Program WHO Mike Ryan, dikutip dari CNBC International, seperti dikutip Sabtu (31/10/2020). “Kita harus mengatasi virus tersebut, dan [itu] agak-agak membutuhkan pengorbanan dari banyak, banyak orang dalam hal kehidupan pribadi itu, ” tambahnya.


Dia mengatakan peningkatan kasus ini kemungkinan memerlukan penutupan dan pembatasan pergerakan, serta menjalan perintah tetap dalam rumah untuk menekan penyebaran Covid-19. Pada Minggu (25/10/2020) setidaknya tersedia tujuh negara, di luar AS, yang melaporkan rekor tertinggi sama kasus baru per hari, serta empat di antaranya merupakan negeri Eropa.

Menurut bukti Universitas Johns Hopkins, jumlah infeksi baru di Eropa kini telah melampaui AS. Secara keseluruhan Eropa melaporkan hampir 168. 000 kejadian baru per hari. Pada Agustus lalu, WHO menyatakan kaum bujang telah menjadi pendorong utama penyebaran virus di banyak negara.

Tapi dalam konferensi pers terbarunya, WHO melihat adanya transmisi di kelompok masyarakat yang bertambah rentan dan kelompok usia yang lebih tua. WHO mengingatkan para pemimpin dunia bahwa mereka tak dapat memaksakan pemulihan ekonomi yang mereka inginkan dan menjadi kesibukan normal sebelum adanya pandemi.

“Pandemi bukanlah sepak bola politik. Angan-angan atau pengalihan yang disengaja tidak akan mencegah transmisi atau menyelamatkan nyawa, “ujar General Director WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.