Covid-19 di Negeri K-Pop Makin Ngeri, Jaga Jarak Diperketat!

Covid-19 di Negeri K-Pop Makin Ngeri, Jaga Jarak Diperketat!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Korea Selatan mencanangkan pada Senin (16/11/2020) sebuah rencana untuk memulai pengetatan yang berujung pada lockdown seiring dengan bunga kasus Covid-19 yang bertengger pada posisi 200 kasus pada tiga hari terakhir.

Limpahan kasus ini terjadi pada kaum cluster perkantoran, fasilitas medis, & pertemuan-pertemuan lainnya.

Dikutip dari CNA, Senin (16/11/2020), Awak Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 223 kasus anyar pada Minggu (15/11). Tambahan tersebut menandai hari kesembilan berturut-turut pengembangan kasus yang mencapai tiga digit dan merupakan yang tertinggi semenjak awal September.

Sebelumnya petugas kesehatan telah memperingatkan bahwa pelonggaran protokol jaga jarak mampu menimbulkan ledakan kasus baru.

Nantinya lockdown yang bertambah ketat akan melarang pertemuan terbuka yang terdiri dari 100 karakter atau lebih, memotong pertemuan keyakinan acara olahraga hingga 30% sejak kapasitas, dan memerintahkan kafe dan bar untuk mengawasi jarak para pelanggannya.

“Kami berharta di persimpangan jalan kritis pada mana kami mungkin harus menyelaraskan kembali jarak, ” kata Gajah Kesehatan Park Neung-hoo dalam suatu pertemuan.

Menurut KDCA, dari total kasus baru, 193 kasus merupakan transmisi lokal & 30 kasus yang lain merupakan imported-case. Sementara itu lebih daripada 66% kasus transmisi lokal datang dari wilayah Seoul yang penuh penduduknya, di mana wabah terus muncul dari panti jompo, kemudahan medis, dan bisnis kecil.

Tambahan kasus ini menambah daftar infeksi di negara tersebut menjadi 28. 769, dengan 494 kematian.

Selain mengencangkan protokol jaga jarak, pemerintah negeri ginseng itu juga sedang mengatur protokol anti virus terbaru menjelang ujian masuk universitas nasional tahunan pada 3 Desember mendatang. Selain itu pemerintah juga akan menginspeksi kebersihan di instansi pendidikan lainnya.

Presiden Moon Jae-in mendesak pihak berwenang dan pemerintah daerah pada Sabtu (14/11) untuk meningkatkan pengawasan sehari setelah kaidah protokol kesehatan direvisi. Revisi ini memungkinkan penerapan denda bagi orang-orang yang tidak mengenakan masker dalam depan umum.



[Gambas:Video CNBC]
(dru)