dolar-as-perkasa-harga-emas-turun-serok-nih-1

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Turun! Serok Nih?

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia turun tipis di perdagangan pasar spot pada pagi tersebut. Rilis data inflasi di Amerika Serikat (AS) membina harga emas terkoreksi.

Pada Rabu (14/7/2021) pukul 07: 29 WIB, harga emas dunia berharta di US$ 1. 806, 33/troy ons. Turun sedikit 0, 08% dari keadaan sebelumnya.


Sepertinya investor lebih memihak dolar AS hari ini, setelah terbit data inflasi di Kampung Paman Sam. Pada Juni 2021, inflasi AS terekam 5, 4% dibandingkan periode yang sama tahun morat-marit ( year-on-year /yoy). Ini adalah laju tercepat sejak Agustus 2008.

Saat inflasi semakin agung seperti ini, maka bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) kemungkinan mau semakin mempercepat pengetatan kebijakan moneter atau tapering off. Ini adalah sentimen nyata bagi dolar AS.

Ketika The Fed mengurangi ‘dosis’ pembelian surat berharga ( quantitative easing ) oleh sebab itu pasokan dolar AS bakal berkurang. Seperti barang, era pasokan berkurang maka nilai akan naik.

Kemudian kalau suku bunga acuan sampai naik, maka imbalan berinvestasi di aset-aset berbasis dolar AS bakal ikut terangkat. Ini akan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Saat pasokan berkurang dan permintaan naik, otomatis harga bakal melambung agung.

Kabar bagus buat dolar AS adalah kabar duka buat emas. Sebab, emas adalah substansi yang dibanderol dengan dolar AS.

Era dolar AS menguat, oleh sebab itu emas menjadi lebih mahal bagi investor yang mempunyai mata uang lain. Jadinya, permintaan emas turun sehingga harganya terkoreksi.

Halaman Selanjutnya –>   Lagu Inflasi Hanya Sementara