Donald Trump Segera Haramkan TikTok!

Donald Trump Segera Haramkan TikTok!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemimpin Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menandatangani perintah untuk melarang aplikasi video singkat asal China yakni TikTok. Langkah ini merupakan puncak kekhawatiran tentang keamanan nasional terkait data pribadi yang dimiliki TikTok.

Dilansir lantaran Reuters, larangan ini akan menjadi pukulan besar bagi pemilik TikTok, ByteDance yang berbasis di Beijing menjadi salah satu dari segelintir konglomerat China yang secara global menjadi kesuksesan komersial dari praktik.

“Terkait TikTok saya akan melarang mereka di AS, dan saya akan menandatangani sertifikat itu besok, ” kata Trump dilansir dari Reuters, Sabtu (1/8/2020).

Hingga saat tersebut pihak TikTok belum memberikan catatan terkait rencana yang dilontarkan Trump. Beberapa pekan sebelumnya, menurut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, AS mempertimbangkan untuk memblokir TikRok karena alasan ancaman keamanan.

Masa ini beberapa kementerian dan barisan bersenjata AS telah melarang para-para staf menggunakan TikTok untuk kebutuhan pribadi. Antara lain Transportation Security Administration and the militer AS.

Dalam wawancara dengan Fox News, Mike Pompeo mengatakan “sedang mempertimbangkan” untuk memblokir aplikasi jalan sosial China termasuk TikTok. Dia menyebut TikTok sebagai ancaman dan menuduh aplikasi video pendek itu membagikan data pengguna dengan pemerintah China.

Ketika Mike Pompeo ditanya apakah merekemondasikan orang-orang untuk mengunduh TikTok, ia menyambut “hanya jika Anda menginginkan informasi pribadi di tangan Partai Komunis China. ”

Mike Pompeo menyebut hampir semua kongsi China sebagai ancaman keamanan karena Undang-Undang keamanan internet China dengan memungkinkan pemerintah untuk meminta kanal ke data mereka. Namun Dia tak menjelaskan apakah pemerintah China pernah meminta informasi dari TikTok.

Departemen Luar Negeri AS menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut atas pernyataan Mike Pompeo. Seorang pejabat dari jawatan intelijen AS pun menolak berkomentar secara khusus apa penilaian intelijen tentang TikTok.

“Setiap perusahaan China diwajibkan oleh peraturan China untuk memberikan informasi yang tersimpan di jaringan mereka pada otoritas China jika diminta. Seluruh orang AS harus khawatir gambar, biometrik, data lokasi dan yang lain yang tersimpan di aplikasi China wajib diserahkan ke aparat ketenteraman negara China berdasarkan permintaan, ” ujar pejabat intelijen AS itu, seperti dikutip dari ABC News, Kamis (9/7/2020).



[Gambas:Video CNBC]
(dru)