fenomena-pesawat-zombie-di-bandara-makin-menjadi-jadi-1

Fenomena Pesawat ‘Zombie’ di Bandara Makin Menjadi-Jadi!

Jakarta, CNBC Nusantara –   Total penumpang penerbangan yang masih minim membuat banyak kongsi mengurangi operasional pesawat. Had saat ini banyak motor yang menganggur menjadi ‘zombie’ di bandara.

Soal penampakan ‘tumpukan’ parkir pesawat di bandara, sanggup dipantau dengan Google Earth. Pada fitur time, terlihat jelas area GMF serta Terminal I Bandara Soekarno Hatta sebelum pandami, di dalam Oktober 2019 relatif hening dari pesawat parkir.

Namun, kondisi bertentangan pada Agustus 2020, zaman pandemi  parkiran pesawat makin penuh di area terminal maupun bengkel. Bahkan di Juni 2021, tumpukan pesawat terlihat makin padat di bandara ini.


Pada Juli 2021 lalu, maskapai juga tidak menerbangkan sebagian besar motor akibat ada pengetatan preskripsi PPKM. Operasional pesawat pula disesuaikan dengan permintaan pasar.

Dari bahan resmi Lion Air misalnya, rata-rata 80%-90% pesawat udara Lion Air tidak lelap saat itu. Perusahaan mengklaim semua pesawat yang tak terbang itu tetap terus dilakukan pemeliharaan dan pemeriksaan secara rutin.

Begitu serupa dengan Garuda Indonesia sejak keterbukaan pada Bursa Pengaruh Indonesia pada Juni awut-awutan manajemen juga menjelaskan jumlah armada yang dioperasikan kongsi plat merah ini di kisaran 53 pesawat sebab 100 lebih pesawat. Penerapan pesawat Garuda juga disesuaikan dengan kondisi pasar ataupun permintaan layanan penerbangan.

Wakil Direktur Pati Angkasa Pura II Edwin Hidayat mengungkapkan bahwa banyak maskapai mengurangi jumlah pesawatnya saat ini, diantaranya adalah GIAA.

“Semua perusahaan penerbangan di Indonesia mengurangi jumlah pesawat sebab penerbangan sekarang ini sebagian besar ngga bisa cukupi kebutuhan operasional mereka. Dengan terjadi saat ini, jumlah pesawat beroperasi sangat kecil, contoh Garuda Indonesia dengan biasa mengoperasikan 142 pesawat, sebelum PPKM operasional cuma 41-42 pesawat, ” terang Edwin dalam RDP beriringan Komisi VI DPR MENODAI, Kamis (2/9/21).

Dengan jumlah penumpang dengan saat ini masih minim membuat masih banyak pesawat maskapai yang menganggur. Pasalnya jumlah penumpang pada bulan Juli kemarin, masih tak jauh berbeda kondisinya dipadankan bulan sebelumnya.

Dari data Badan Pusat Statistik mencatatkan jumlah keberangkatan pesawat di 5 bandara utama Indonesia pada bulan Juli 2021 mencapai 499. 211 orang, atau mendarat 72% dibanding bulan sebelumnya yakni Juni 1. 792. 540 orang. Artinya dengan rendahnya tingkat penumpang, melaksanakan pengoperasian pesawat juga minim.

Sayangnya pihak pengelola bandara belum bersetuju mengkonfirmasi banyaknya pesawat dengan terparkir di bandara saat pandemi  saat ini. “Mungkin bisa dikonfirmasi ke teman maskapai ya, ” jelas  VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada CNBC Indonesia , Senin (6/9/2021).

Namun, Sekretaris Jenderal Nusantara National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto tahu minat pengguna pesawat era ini memang masih minim. Hal ini disebabkan sedang berlakunya pengetatan aturan perjalanan melalui aturan PPKM Lapisan 1 – 4.

“Jumlah pax dengan masih minim atau low demand lebih disebabkan dengan restriction dengan PPKM yang masih berlangsung. Sementara perihal daerah PPKM ini tergantung pada jumlah vaksinasi serta disiplin protokol kesehatan mengikuti jumlah orang kasus terpapar, ” jelasnya.

Dia memprediksi jika nilai penularan Covid-19 semakin terarah, dan membuat level PPKM pada daerah dikurangi mendirikan jumlah penumpang pesawat mau bertambah.

“Kemungkinan apabila bisa dicapai PPKM level 1 maka travel restriction -nya lebih longgar oleh karena itu jumlah pax akan meningkat pula, ” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)