Get Ready! Hitungan Bulan, Emas Bakal Cetak Rekor Tertinggi

Get Ready! Hitungan Bulan, Emas Bakal Cetak Rekor Tertinggi

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (19/6/2020), sekaligus membukukan penguatan two pekan beruntun. Risiko penyebaran pandemi penyakit virus corona (Covid-19) gelombang kedua menjadi salah satu pemicu penguatan logam mulia di pekan ini.

Emas mengakhiri perdagangan Jumat di level US$ 1. 742, 84/troy ons atau melesat 1, 17% di ocurrir spot , melansir data Refinitiv. Sementara sepanjang pekan ini, emas mencatat penguatan 0, 76% dan sepanjang pekan selanjutnya 2, 64%.

Di tahun ini, level tertinggi yg berhasil dicapai emas yakni US$ 1. 764, 55/troy ons pada 18 Mei lalu. Level tersebut juga merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2012.


Sementara rekor tertinggi sepanjang masa berada di level US$ 1. 920. 3/troy ons yang dicapai pada 6 September 2011. Itu artinya emas tidak terlalu jauh dari posisi tersebut, dan semakin banyak institusi yang memprediksi rekor maka akan dipecahkan dalam hitungan bulan.

Terbaru, bank investasi ternama Goldman Sachs merevisi target harga emas dalam 3, 6, dan 12 bulan ke depan.

Dalam catatan yang dikutip CNBC International , Goldman memprediksi harga emas jadi mencapai US$ 1. 800/troy ons dalam 3 bulan ke depan, US$ 1. 900/troy ons six bulan ke depan, dan US$ 2. 000/troy ons dalam 12 bulan ke depan.

Itu artinya, Goldman memprediksi emas akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa antara 6 sampai 12 bulan ke depan. Prediksi tersebut naik dari sebelumnya, US$ 1. 600, US$ 1. 650, lalu US$ 1. 800/troy ons.

Prediksi terbaru Goldman tersebut masih “kalah” ketimbang institusi lainnya. Pada bulan 04 lalu, Bank of America (BofA) memprediksi harga emas akan ke US$ 3. 000/US$ dalam eighteen bulan ke depan.

Analis dari BofA tersebut melihat perekonomian global yang mengalami resesi, kemudian stimulus fiskal serta peningkatan neraca bank sentral akan menyajikan pelaku pasar memburu emas sebagai investasi, sehingga harganya akan melonjak.

Ole Hansen, Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank, memprediksi dalam jangka panjang emas akan pada atas US$ 4. 000/troy ons.

1 troy ons setara dengan 31, 1 g, sehingga jika harga emas mencapai US$ 3. 000/troy ons itu artinya harga per gramnya dalam rupiah nyaris Rp 2 juta (kurs: Rp 15. 000/US$).

Hansen mengatakan pelaku suceder belum paham sepenuhnya bagaimana dampak kebijakan bank sentral dan pemerintah di berbagai negara ke suceder finansial.

“Dari perspektif investasi emas, ini bukan mengenai apa yang terjadi hari ini, besok, atau bulan depan, tetapi apa yang akan terjadi six sampai 12 bulan ke depan atau lebih dari itu” kata Hansen, sebagaimana dikutip Kitco .

Hansen memprediksi di akhir tahun ini harga emas berada di US$ 1. 800/troy ons, kemudian mencetak rekor tertinggi di 2021, lalu dalam jangka panjang berada di atas US$ 4. 000/troy ons.