penting-who-minta-yang-sudah-vaksin-penuh-tetap-pakai-masker-1

Istimewa! WHO Minta yang Sudah Vaksin Penuh Tetap Pakai Masker

Jakarta, CNBC Indonesia – Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO) mendesak semua orang yang telah divaksin penuh corona tetap mematuhi masker. Bukan hanya itu, WHO meminta jarak baik dan sejumlah protokol kesehatan lain terkait pencegahan virus corona (Covid-19) tetap dikerjakan.

Ini akibat munculnya varian corona Delta yang lebih menular dan lebih mematikan. Varian itu ditemukan pertama kali pada India dan menjadi satu diantara penyebab tsunami corona terjadi di negeri Bollywood.


“Orang tidak bisa merasakan aman hanya karena itu disuntik dua dosis (vaksin). Mereka masih perlu menyembunyikan diri mereka sendiri, ” kata Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Akses ke Obat-Obatan dan produk kesehatan, Dr. Mariangela Simao dikutip CNBC Internasional , Sabtu (26/6/2021).

“Vaksin saja tidak akan menghentikan penularan komunitas, ”

“Masyarakat perlu terus menggunakan masker secara konsisten, berada di ruang yang berventilasi, kejernihan tangan… jarak fisik, hindari berkerumun. Ini masih menjadi sangat penting, bahkan bila Anda divaksinasi ketika Kamu memiliki transmisi komunitas yang sedang berlangsung. ”

Komentar ini muncul saat banyak negara dengan telah memvaksin setengah warga mulai menghapus kewajiban menggunakan masker dan pembatasan baik. Ini dilakukan antara lain oleh AS, Prancis, dan Hungaria.

Ia meminta orang yang telah divaksin “bermain aman”. Apalagi sebagian besar penduduk negeri tetap belum divaksinasi dan varian Delta sangat menular sudah ada di 92 negara.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Israel kembali meresmikan kewajiban pakai masker di dalam ruangan di tempat-tempat umum. Ini menyusul lonjakan kejadian baru corona, 10 keadaan setelah aturan lepas masker berlaku.

Kepala Gugus Tugas Pandemi Israel, Nachman Ash mengatakan di empat hari ini saja, ada muncul 100 urusan baru. Sebelumnya Israel menyanjung-nyanjung diri sebagai salah utama negara dengan vaksinasi tercepat dan paling sukses di dunia.

“Peningkatan kasus kemungkinan karena varian Delta yang sangat menular yang pertama kali terlihat di India, ” katanya dikutip AFP , Jumat (25/6/2021).

Sebelumnya, Israel mulai mencabut peraturan masker sepenuhnya 15 Juni lalu. Nilai kasus Covid-19 saat tersebut, disebut telah terkendali.

“Israel tidak teristimewa mewajibkan orang untuk mencantumkan masker di dalam ruangan, karena laporan infeksi tetap menurun, ” demikian cakap Kementerian Kesehatan Israel kurun itu.

Israel sendiri sudah memberikan besar dosis vaksin Corona dalam 57% populasinya. Negeri itu sempat yakin, herd immunity (kekebalan komunal) sudah makbul akhir Juni ini.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)