Iuran BPJS Naik, Rumah Sakit: Hendaknya Pembayaran Lancar

Iuran BPJS Naik, Rumah Sakit: Hendaknya Pembayaran Lancar

Jakarta, CNBC Indonesia – Keputusan pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS di tengah merebaknya wabah Covid-19 telah memicu sejumlah tanggapan lantaran berbagai kalangan.   Meski tahu ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu, pemerintah dianggap memanfaatkan Covid-19 untuk mengambil kesempatan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Lalu seperti apakah tanggapan sejumlah Rumah Sakit (RS) mengenai hal tersebut?

Menurut Susi Setiawaty, Direktur Utama Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI),   dampak kemajuan iuran BPJS kesehatan terhadap kemampuan Rumah Sakit belum dapat diukur saat ini karena kebijakan tersebut masih baru diimplementasikan. Tapi, Susi  berharap dengan adanya kenaikan iuran BPJS  ini pembayaran kepada vila sakit bisa lebih cepat dan lancar.    

“Mudah-mudahan dengan meningkatnya iuran, keberlangsungan JKN ini tetap baik kemudian pembayaran kepada RS tentunya berlaku dengan lancar, ” ungkap Susi, dalam dialog bersama CNBC Nusantara, Senin (18/05/2020).



Susi Setiawaty mengatakan kenaikan iuran BPJS merupakan sepenuhnya kewenangan pemerintah, RS sendiri hanya memiliki peran jadi provider dalam layanan kesehatan. Apalagi, kenaikan iuran BPJS sendiri memang telah dipertimbangkan dengan UU jadi acuan dasar.

” Tentunya kenaikan ini sudah dihitung dengan aktuaria, kami disini sebagai provider memberikan pelayanan sesuai dengan barang apa yang diharapkan, untuk hitungan barangkali bisa ditanya ke yang berwenang,,,,,,, iuran tentunya sudah dihitung masak-masak dan sesuai dengan UU BPJS pasal 56 ayat 3 aku rasa, jika kondisi memberatkan tentunya pemerintah bisa menaikkan iuran, awak harapkan pembayaran BPJS kepada RS, ” ujar Susi.

Seperti yang diketahui, dalam pasal 56 UU Nomor 24 Tarikh 2011 tentang Badan Penyelenggara Agunan Sosial, diatur kondisi tertentu yang memberatkan perekonomian dapat berupa level inflasi yang tinggi, keadaan pasca bencana yang mengakibatkan penggunaan beberapa sumber daya ekonomi negara & lain sebagainya.

Selanjutnya kondisi tersebut bisa menimbulkan tindakan khusus untuk menjaga kesehatan tubuh keuangan dan kesinambungan penyelenggara agenda Jaminan Sosial antara lain berupa penyesuaian manfaat, iuran dan/atau leler pensiun, sebagai upaya terakhir. Tahu hal ini, kenaikan iuran BPJS yang dilakukan oleh pemerintah dasar untuk menyeimbangkan kondisi ekonomi negeri yang tengah kritis di sedang pandemi.  

[Gambas:Video CNBC]

(gus)