jokowi-minta-cukai-rokok-naik-ini-kata-bos-bea-cukai-1

Jokowi Minta Cukai Rokok Terangkat, Ini Kata Bos Dana Cukai!

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan titah dengan tegas agar tol hasil tembakau atau tol rokok naik setiap tahunnya. Ini untuk mengurangi level konsumsi rokok di Nusantara yang cukup tinggi pertama anak usia 10-18 tarikh.

Kementerian Kesehatan tubuh bahkan mencatat, tingkat penggunaan rokok Indonesia merupakan sempurna ketiga di dunia jadi perlu diturunkan.

“Arahan Presiden sudah betul jelas, cukai (tembakau/rokok) harus naik, tapi arahnya harus disimplifikasi, ” ujar Penasihat Kesehatan dan Gizi Umum Bappenas Pungkas Bajuri di diskusi virtual.


Menurutnya, rencana menurunkan prevalensi rokok di Indonesia dituangkan dalam Rencana Pendirian Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Di mana targetnya, tingkat prevalensi merokok terutama untuk anak turun dari 9, 1% menjadi 8, 7% di 2024.

Saat dikonfirmasi mengenai rencana kenaikan cukai tarikh ini, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani segan menjelaskan dengan detail. Ia meminta untuk menunggu pemberitahuan dilakukan secara resmi.

“Nanti sabar sungguh, tunggu resminya dari negeri, ” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (13/8/2021).

Tatkala itu, ekonom Abdillah Ahsan sekaligus Direktur SDM Universitas Indonesia menyarankan agar pemerintah menaikkan tarif cukai di atas 20%. Ini menjadi kebijakan kunci untuk mampu menurunkan tingkat konsumsi rokok.

“Naikkan bea rokok di atas 20% lalu berlakukan simplifikasi datang dua golongan, saya tetap Pemerintah Indonesia akan merasakan keuntungannya, baik dari bagian berkurangnya beban ekonomi kesehatan akibat konsumsi rokok, selalu dari sisi solusi kritis ekonomi di masa pandemi saat ini, ” tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]
(mij/mij)