Kacau, Ada Hakim Jadi Komisaris Anak Usaha Pertamina

Kacau, Ada Hakim Jadi Komisaris Anak Usaha Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia – Ramai pemberitaan salah satu Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ditunjuk Pertamina sebagai Komisaris di bani usahanya PT Pertamina Patra Niaga.

Hakim tersebut adalah Anwar. Diberitakan di beberapa jalan, Anwar rangkap jabatan dan memproduksi heboh banyak pihak.

Usut punya usut, Anwar sudah tidak menjabat sebagai hakim dalam 12 Juni 2020.

Pejabat Humas PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyono, mengatakan semenjak rapat umum pemegang saham (RUPS) menetapkan Anwar sebagai komisaris, dia berhenti. Perkara yang sedang ditanganinya juga sudah dialihkan kepada hakim lain.

Fajriyah Usman, VP of Corporate Communication Pertamina pula mengonfirmasi hal tersebut. “Pak Anwar sudah mengundurkan diri sebagai hakim PN per tanggal 12 Juni 2020, ” tutur Fajriyah.

Di situs Pertamina Patra Niaga, Anwar menduduki jabatan komisaris. Anwar merupakan lulusan S1 Norma Universitas Mataram, S2 Hukum Universitas Mataram, S3 Hukum Universitas Parahyangan Bandung.

Ditulis juga Anwar adalah hakim tindak pidana korupsi yang pernah menangani sejumlah kasus besar, di antaranya peristiwa traveller cheque, penyalahgunaan dana YPPI, dan kasus e-KTP. Nama Anwar hingga saat ini juga sedang tertera di website PN Jakpus.

Anwar juga pernah menjadi majelis yang mengadili mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan. Zaman itu ia menyatakan dissenting opinion dan menyatakan Karen tidak benar bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Menyatakan terdakwa Karen tidak terbukti secara sah serta meyakinkan bersalah melakukan tindak kejahatan korupsi berdasarkan dakwaan primer dan subsider, ” kata Anwar pada 10 Juni 2019.

Saksikan video terkait di bawah ini:

(dru)