kesenjangan-digital-rebutan-vaksin-di-india-makin-sengit-1

Kesenjangan Digital, Rebutan Vaksin di India Makin Sengit

Jakarta, CNBC Indonesia – Perlombaan untuk mendapatkan suntikan vaksin dalam program vaksinasi India ternyata menunjukkan fenomena kesenjangan digital.

Mendapatkan vaksin di Indian saat ini seperti membeli tiket konser band-band populer yang langsung terjual habis dalam hitungan menit. “Itu adalah rollercoaster emosi, inch kata seorang remaja India, Ananya Maskara, saat sedang menelusuri daftar vaksinasi Covid-19 di ibu kota India, New Delhi, seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/5/2021)

“Sungguh sulit… Banyak teman saya yang belum mendapat slot sampai sekarang dan mereka masih menunggu, ” lanjutnya.


Perluasan vaksinasi di India saat terkait masih menghadapi beberapa pembatasan. Salah satunya untuk penduduk berusia 18-44 tahun yang hanya bisa melakukan pendaftaran online.

Tentu ini menjadi tantangan besar bagi penduduk di daerah miskin dan pedesaan yg tidak memiliki ponsel pintar atau akses internet. Belum lagi, banyak negara bagian India juga berjuang dengan kekurangan vaksin.

Pengalaman sulitnya mendapatkan vaksin ini juga dirasakan oleh Seema, seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di kota utara Lucknow di negara periode Uttar Pradesh. Bagi Seema, mendapatkan vaksinasi tampaknya tidak mungkin.

“Saya tidak memiliki akses ke internet… Beberapa anak laki-laki di lingkungan saya terkadang memiliki ponsel pintar tetapi mereka tidak tahu bagaimana menggunakannya untuk (pendaftaran) ini, ” ujarnya.

Sejauh ini, hanya 3 persen dari 1, several miliar penduduk India / 39, 5 juta penduduk yang sudah divaksinasi oleh dua dosis. Selebihnya, 10, 6 persen tambahan baru saja menerima suntikan mulailah mereka.

Pra teknisi telah mengembangkan solusi untuk membantu pengguna di beberapa kota di mana slot telah dibuka sebagaiselaku, ala, menurut, acak dalam sehari lalu diisi dalam satu atau dua menit.

Para ahli mengatakan bahwa pemerintah harus mengizinkan kunjungan ke pusat-pusat vaksinasi seperti yang sudah diterapkan untuk penduduk yg berusia di atas 45 tahun.

“Pihak berwenang juga harus mempertimbangkan memberikan vaksin kepada orang-orang daripada meminta orang datang untuk mendapatkan vaksin”, kata profesor fisika dan biologi Universitas Ashoka, Gautam Menon. Dia menyarankan langkah-langkah seperti klinik vaksinasi keliling di daerah terpencil.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)