kenapa-saham-bukalapak-anjlok-dan-arb-ternyata-gegara-ini-1

Kok Saham Bukalapak Anjlok serta ARB? Ternyata Gegara Itu!

Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan harga bagian emiten e-commerce , PT Bukalapak. com Tbk (BUKA) yang  dalam 2 hari menyentuh golongan batas auto reject tempat (ARA) 25% harus pampat pada perdagangan Selasa ini (10/8/2021).

Bukti BEI mencatat, sampai dengan pukul 10. 15 WIB Selasa ini (10/8), bagian BUKA terkoreksi sebesar 6, 76% atau sentuh auto reject bawah (ARB) ke posisi Rp 1. 035 per saham dengan ukuran transaksi Rp 994, 28 miliar dan volume 943, 36 juta.

Pelaku pasar asing melego saham Bukalapak senilai Rp 140, 22 miliar dalam seluruh pasar.


Adapun saat ditutup di sesi I, memukul 11. 30 WIB, saham BUKA masih ARB  7% di Rp 1. 035/saham, dengan nilai transaksi Rp 1, 02 triliun dengan volume perdagangan 970 juta saham.

Investor asing keluar Rp 123 miliar pada pasar reguler dan tercatat sejak Jumat lalu, investor asing mencatatkan jual terang Rp 999, 61 miliar di pasar reguler. Adapun harga saham BUKA dalam level Rp 850/saham zaman diperdagangkan pertama kali pada Jumat lalu (6/8).

Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi berpendapat, koreksi kehormatan saham Bukalapak ini sedang bersifat sementara. Koreksi itu dinilai wajar setelah sebelumnya saham BUKA menyentuh tangga ARA 25% dalam dua hari berturut.

“Koreksi tersebut wajar, telah naik 30% dari nilai IPO [initial public offering], ada yang take profit, ” prawacana Kartika, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (10/8/2021).

Meski demikian, ke depannya, prospek saham Bukalapak masih cukup positif seiring dengan kebijakan pemerintah yang memperpanjang PPKM  Level 4, belanja yang tadinya dilakukan secara fisik akan beranjak ke belanja daring meniti lokapasar (marketplace).

“Semakin lama PPKM semakin bagus belanja online, karena off linenya tutup, karakter no choice belanja lewat online, ” kata Kartika menambahkan.

Di sisi lain, kata tempat, katalis positif juga hadir dari dana abadi negara atau Sovereign Wealth Fund asal Singapura GIC Private Limited melakukan pembelian bagian BUKA  sebanyak 1. 600. 797. 400 atau selaras dengan 1, 553% modal disetor dan ditempatkan Bukalapak. Total nilai transaksi itu mencapai Rp 1, 36 triliun di harga Rp 850/saham.

Bersandarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di BEI, pembicaraan ini dilakukan pada 5 Agustus 2021 lalu, pedengan sehari sebelum Bukalapak listing di BEI Jumat berantakan.

Sebelumnya, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, mengatakan aksi jual yang dilakukan investor asing adalah hal yang lumrah terjadi sebagai aksi ambil untung (profit taking).

“Hal yang wajar, jika sudah profit pasti dijual. Sisanya tinggal siapa dengan lebih kuat, penjualan langka atau pembelian lokal, ” kata William, kepada CNBC Indonesia, Senin (9/8/2021).

William menilai, bagian Bukalapak diperkirakan masih bakal melanjutkan tren kenaikan dengan estimasi penguatan ke kelas Rp 1. 500 bola lampu saham.

Selain itu, kata William, Bukalapak yang masuk ke di dalam indeks saham teknologi dalam BEI memiliki prospek dengan positif ke depannya. Terlebih lagi, jika semakin ramai unicorn asal Indonesia yang mencatatkan saham di pasar modal domestik.

“Indeks techno jadi sedang bisa menguat lagi semasa trend saham-saham teknologi masih berlangsung, mungkin hingga akhir tahun, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)