lanjutkan-kebijakan-trump-biden-jual-senjata-rp-336-t-ke-uea-1

Lanjutkan Kebijakan Trump, Biden Berniaga Senjata Rp 336 T ke UEA

Jakarta, CNBC Indonesia – Tadbir Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan melanjutkan pemasaran senjata lebih dari US$ 23 miliar atau kira-kira Rp 336 triliun (asumsi kurs Rp 14. 600 per US$) ke Asosiasi Emirat Arab (UEA), tercatat pesawat F-35 canggih, drone bersenjata, dan peralatan lainnya.

Seorang ahli bicara Departemen Luar Daerah pada Selasa (13/04/2021) mengatakan bahwa pemerintah AS akan bergerak maju dengan pemasaran yang diusulkan ke UEA.

“Bahkan saat ini kami terus meninjau detail dan berkonsultasi secara pejabat Emirat (terkait secara penggunaan senjata), ” katanya, menambahkan perkiraan tanggal transmisi penjualan UEA, jika diterapkan, adalah setelah 2025 ataupun lebih, sebagaimana dilansir lantaran Arab News.


Pemerintahan Biden mengumumkan peninjauan tersebut pada akhir Januari 2021 dan UEA mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi peninjauan tersebut & menyambut upaya bersama untuk mengurangi ketegangan.

Pemerintah AS juga mengantisipasi “dialog yang kuat serta berkelanjutan dengan UEA” buat memastikan kemitraan keamanan dengan lebih kuat.

“Kami juga akan langsung memperkuat dengan UEA & semua penerima artikel dan layanan pertahanan AS kalau peralatan pertahanan asal AS harus diamankan secara memadai dan digunakan dengan jalan yang menghormati hak pokok manusia dan sepenuhnya serasi dengan hukum konflik bersenjata, ” bunyi pernyataan itu.

Pemerintahan Biden juga meninjau kebijakannya buat penjualan senjata militer ke Arab Saudi, termasuk beberapa kesepakatan senjata era Trump, sehubungan dengan keterlibatan Saudi di Yaman dan masalah hak asasi manusia yang lain.

Sebelumnya, tata laksana Presiden asal Partai Demokrat ini telah menghentikan tengah kesepakatan yang disetujui oleh mantan Presiden Republik Donald Trump, untuk dilakukan pertimbangan lebih lanjut. Penjualan ke negara Teluk itu diselesaikan tepat sebelum Trump membelakangi jabatannya.

Pemerintahan Trump mengatakan kepada Kongres pada November 2020 bahwa mereka sudah menyetujui penjualan AS ke UEA sebagai kesepakatan sampingan dari Abraham Accords, perjanjian yang ditengahi AS di dalam bulan September di mana UEA setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Beberapa bulan terakhir pemerintahan Trump, Israel mencapai kesepakatan dengan UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Paket US$ 23, 37 miliar berisi produk-produk dari General Atomics, Lockheed Martin Corp. dan Raytheon Technologies Corp, tercatat 50 pesawat F-35 Lighting II, hingga 18 MQ-9B Unmanned Aerial Systems serta paket udara-ke-udara dan udara-ke amunisi tanah.

Upaya legislatif untuk menghentikan penjualan gagal pada Desember 2020, karena sesama bagian Partai Republik Trump pada Kongres mendukung rencananya.

Pemerintahan Trump lalu menyelesaikan penjualan besar-besaran ke UEA pada 20 Januari 2021, sekitar satu tanda sebelum Biden dilantik sebagai Presiden.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)