Masa RI Gencar Razia Pakai Masker, China Mulai Bebas Masker

Masa RI Gencar Razia Pakai Masker, China Mulai Bebas Masker

Jakarta, CNBC Indonesia kepala Otoritas Kesehatan pada ibu kota China, Beijing, menghapus syarat pemakaian masker di luar ruangan bagi warganya. Pelonggaran peraturan ini dilakukan setelah tidak tersedia laporan kasus baru selama 13 hari berturut-turut di Beijing.

Meski aturan sudah dilonggarkan, sebagian besar masyarakat masih terlihat menggunakan masker di Beijing di Jumat (21/08/2020). Dikutip dari Reuters mereka mengatakan memakai masker membuat itu merasa aman, sementara yang lain mengatakan masih menggunakan masker sebab tekanan sosial.

“Saya bisa melepas masker kapan sekadar, tetapi harus melihat apakah orang lain menerimanya. Saya takut kalau orang-orang melihat saya tidak menggunakan masker, ” kata salah seorang warga Beijing dikutip dari Reuters.


Ini adalah kala kedua otoritas kesehatan Beijing melonggarkan aturan penggunaan masker yang beberapa besar kondisinya telah normal setelah dilakukan lockdown selama dua periode.

Pelonggaran pemakaian masker di China justru berbanding terbalik dengan Indonesia yang terus memperketat metode menggunakan masker. Bahkan di Jawa Barat dilakukan operasi razia masker dan pengenaan denda bagi dengan tidak menggunakan masker. DKI Jakarta juga akan menerapkan denda untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Gugus Tugas Pengerjaan Covid-19 Jawa Barat menggelar operasi penegakan kedisiplinan penggunaan masker pada objek wisata Pantai Pangandaran di Sabtu (22/08/2020). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan pemakaian masker dalam memutus penularan Covid-19, hingga ditemukan obat dan vaksin buat virus ini.

“(Pandemi) COVID-19 ini pilihannya hanya menekan penularan melalui kedisiplinan, tidak tersedia lagi. Dan satu-satunya senjata melayani COVID-19 di Jabar adalah mengindahkan masker, ” kata Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Perintah Jabar Ridwan Kamil dalam siaran resminya, Jumat (21/08/2020).

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Mencuraikan Nomor 60/2020, ada tiga tipe sanksi administratif yang tercantum di Pergub Jabar Nomor 60/2020, yakni sanksi ringan, sedang, dan mengandung.

Sanksi ringan bersifat teguran lisan dan tertulis, tatkala sanksi sedang berupa penyitaan KTP pelanggar atau melakukan kerja baik hingga pengumuman terbuka. Untuk sanksi berat, pelanggar akan dikenakan denda administratif, penghentian sementara kegiatan, tenggat pembekuan izin usaha.

“Denda administratif untuk sanksi berat (yakni) Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu, ” kata pendahuluan Ridwan Kamil.

Dia meminta operasi gabungan penggunaan masker ini tak hanya dilakukan di objek wisata atau pusat pesta, melainkan juga di perdesaan. Pula di pusat keramaian, Kang Emil menyarankan untuk memperbanyak titik-titik berdiam.

“Saya monitor jika di perkotaan relatif banyak (yang pakai masker), tapi ketika saya pantau di perdesaan mungkin dengan pakai masker hanya 30%, ” katanya

Selain Jabar, DKI Jakarta juga mengeluarkan Pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan serta Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Dalam aturan itu, Gubernur Anies Baswedan, bakal meluluskan denda progresif bagi warga yang tidak memakai masker di kala Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Warga wajib memakai masker saat ada di luar panti. Bila tidak, sebagaimana ditulis pada Pasal 5, mereka akan dikenai sanksi dan denda sebanyak Rp 250 ribu. Namun, jika berulang, Pemprov akan memberlakukan sanksi ganda, bahkan hingga Rp 1 juta.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)