cek-7-kabar-pasar-sederet-ipo-dari-bukalapak-hingga-sayurbox-1

Memeriksa 7 Kabar Pasar, Sederet IPO dari Bukalapak Mematok Sayurbox

Jakarta, CNBC Indonesia – Masih tingginya angka kematian Covid-19 di Indonesia tetap menjadi kewaswasan pelaku pasar. Bursa bagian domestik masih bertahan pada zona merah pada perdagangan akhir pekan kemarin.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ditutup menyurut 0, 052 poin ke level 6. 039, 84 dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 11, 20 triliun. Pelaku pasar ganjil Jumat kemarin melakukan pembelian bersih senilai Rp 23, 11 miliar. Namun serupa itu, dalam sepekan terakhir, asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 532, 32 miliar.

Cermati laku dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum mengacu transaksi pada perdagangan kausa pekan ini, Senin (12/7/2021):


1. Bahan Dapat Rp 22 T, Bukalapak Mau Ngapain Sesudah IPO?

Perusahaan e-commerce Indonesia, PT Bukalapak. com Tbk diperkirakan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di dalam awal Agustus mendatang, cocok rencana yakni 6 Agustus 2021.

Bukalapak menjadi perusahaan e-commerce unicorn asal Indonesia pertama yang melantai perdana di BEI dengan menawarkan sebanyak 25% saham ke publik secara target dana penawaran ijmal senilai Rp 21, 90 triliun dengan kode bagian BUKA.

Mengenai, kisaran harga IPO dengan ditawarkan sebesar Rp 750 sampai dengan Rp 850 setiap saham.

Presiden Direktur Bukalapak, Rachmat Kaimuddin menjelaskan, IPO ini juga menjadi tonggak kenangan bagi perseroan. Sejak pokok, Bukalapak punya visi buat lebih mengembangkan agar Daya Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Fokus perseroan, setelah IPO adalah mengembangkan ekosistem Bukalapak, baik di marketplace maupun dengan mitra Bukalapak.

2.   Bentoel Ekspor Produk ke 23 Negara, Nilainya Nyaris Rp 3 T

Manajemen emiten cerutu Grup British American Tobacco (BAT), PT Bentoel Global Investama Tbk (RMBA) mengantarkan perseroan berhasil mengekspor produk-produk berkualitas tinggi ke 23 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah pada tahun lalu dengan poin mencapai Rp 2, 9 triliun.

Steve Pore, Presiden Direktur, Bentoel Internasional Investama, perseroan langsung berkomitmen untuk mendukung program-program Pemerintah dalam berbagai tempat.

“Tahun cerai-berai, kami ekspor produk-produk berkualitas tinggi ke 23 negeri di Asia Pasifik & Timur Tengah yang nilainya mencapai Rp 2, 9 triliun, ” katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (9/7/2021).

3. Bumi Resources Bayar Utang Tranche A US$ 23, 3 Juta

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah memproses pembayaran keempat belas sebesar US$ 23, 3 juta atau Rp 337, 85 miliar (kurs Rp 14. 500) melalaikan agen fasilitas pada tanggal 9 Juli 2021 untuk pembayaran tranche A. Pembalasan ini untuk pinjaman topik sebesar US$ 15, 9 juta dan bunga sejumlah US$7, 4 juta untuk Tranche A.

Direktur dan Sekretaris Kongsi Dileep Srivastava mengatakan dengan dilakukannya pembayaran triwulanan ke-14 hari ini, perusahaan kurang ajar bara terbesar ini sudah membayar keseluruhan sebesar US$ 365 juta atau sama Rp 5, 3 triliun secara tunai.

Jumlah ini terdiri tempat pokok Tranche A sebesar US$ 211, 7 juta dan bunga sebesar US$153, 3 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest).

4. Rogoh Rp 325 M, Alam Sutera Rampungkan Tender Offer Obligasi

Perusahaan pengembang properti, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), mengumumkan bahwa anak perusahaannya yaitu Alam Synergy Pte. Ltd. (ASPL) telah mengakhiri penawaran tender (tender offer) atas sebagian surat pinjaman dalam mata uang yang telah diterbitkan perusahaan.

Tender offer merupakan penawaran umum yang diajukan oleh investor untuk membeli saham atau surat pinjaman (obligasi) dari perusahaan di dalam jumlah tertentu.

Sebelumnya pada 17 Juni 2021, perseroan melalui ASPL telah melakukan tender offer (membeli obligasi yang telah diterbitkan) atas sebagian surat utang dengan suku bunga tetap sebesar 6, 625% per tahun. Obligasi itu akan jatuh tempo di tahun 2022 dengan sisa jumlah pokok terutang sejumlah US$ 46. 579. 000 atau setara Rp 675, 39 miliar (kurs Rp 14. 500/US$).