Mendapati! Ini 5 Vaksin Covid yang Sedang Dikaji BPOM RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan proses registrasi di lima vaksin Covid-19. Kelimanya merupakan vaksin selain dengan telah disetujui dalam pembelian oleh pemerintah.

“Ada juga beberapa vaksin yang sedang berproses dengan BPOM, tapi tidak ada dalam Permenkes yang dikaitkan dengan brand-brand yang disetujui untuk pembelian oleh pemerintah, ” kata Kepala BPOM Penny K Lukito dikutip dari detik. com, Kamis (8/4/2021).

Beserta 5 vaksin COVID-19 gres yang sedang berproses di BPOM:


1. AstraZeneca Produksi Eropa dan Thailand

Vaksin Corona AstraZeneca yang berasal dibanding dua side, yaitu Eropa yaitu di Jerman & Thailand. Untuk vaksin dengan berasal dari Eropa, data-datanya akan masuk dalam tahap finalisasi. Estimasi pemberian emergency use authorization (EUA) kira-kira di minggu kedua April 2021.

Namun untuk vaksin AstraZeneca side Thailand, sudah dalam periode registrasi, rolling submission & akan dilakukan inspeksi GMP oleh BPOM pada 19-22 April 2021. Untuk pemberian EUA diperkirakan pada bulan Mei 2021 mendatang.

2. Sinopharm

Vaksin Covid-19 asal produsen China, Sinopharm yang didaftarkan oleh PT Kimia Farma sedang dalam proses evaluasi. Tenggat saat ini, BPOM masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan kadar. Vaksin ini diestimasi mau mendapat EUA pada Mei 2021.

3. Sputnik V

Vaksin pokok Rusia yang sempat melebih-lebihkan, Sputnik V, didaftarkan sebab PT Pratapa Nirmala. Saat ini, prosesnya masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan mutunya.

Penny mengatakan saat ini sudah sekitar 75% data terkait vaksin Sputnik V ini yang diterima BPOM. Terkait EUA, diperkirakan bisa diberikan pada akhir April 2021.

4. Covaxin

Vaksin Covid-19, Covaxin, termasuk yang segar memulai pendaftaran registrasi dalam BPOM. Vaksin ini dibuat oleh Brahat Biotech International Limited, India, dengan maklumat inactivated virus.

Vaksin yang didaftarkan oleh PT Amarox ini masih menunggu kelengkapan data. Tetapi, dari hasil komunikasi yang telah dilakukan, data-data dengan ada saat ini lulus lengkap dan baik, jadi estimasi pemberian EUA bisa dilakukan pada Mei 2021.

5. Novavax

Vaksin terakhir yang era ini tengah melakukan metode registrasi adalah vaksin Covid-19 Novavax dari Serum Institute of India dengan platform protein subunit. Saat itu, vaksin tersebut sudah berproses rolling submission dan diestimasi bisa mendapat EUA sekitar bulan Juni 2021.

“Saya kira, itu adalah harapan dari kira-kira vaksin-vaksin lain yang medium berproses yang tentunya menjelma harapan kita untuk melengkapi kebutuhan vaksin yang ada, di luar vaksin dengan sudah ada di dalam daftar yang sudah dikeluarkan oleh Kemenkes, ” pungkas Penny.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)