ri-terancam-diserbu-ayam-impor-ternyata-ini-sebabnya-1

MENODAI Terancam Diserbu Ayam Impor, Ternyata Ini Sebabnya

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia membuka peluang buat mengimpor daging ayam di beberapa waktu ke ajaran. Penyebabnya bukan karena cacat stok di dalam negeri, melainkan ada kewajiban dari Indonesia untuk memenuhi tuntutan setelah kalah gugatan daripada Brasil di Organisasi Perniagaan Dunia (WTO).

“Pemerintah tidak berencana impor daging ayam, tapi tersedia ancaman daging Brasil karena kita kalah di WTO, ” kata Ketua Ijmal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko pada CNBC Indonesia, Jumat (23/4/21).

Kondisi itu sangat pelik, sebab gaya saing industri perunggasan  Indonesia sangat lemah. Harga warga yang tinggi dipicu dari pakan yang tinggi maka sebabnya.


Direktur Jenderal Perdagangan Di dalam Negeri (PDN) Kemendag Syailendra sudah mengingatkan bahwa serangan impor itu tidak mengada-ada. Karenanya, peternak harus mampu menekan harga ayam dengan mengefisiensi  harga pakan ternak.

“Untuk persiapan perang dengan lebih besar, saya telah sampaikan walau terkejut-kejut. Kalau kita nggak bisa tepat dan bahan baku serupa nggak bisa kita pastikan, ekstremnya itu, mungkin hamba dianggap nyeleneh, impor sekadar pakan kalau produksi bertambah mahal (dengan pakan lokal), tapi dampak ke petani dan industri pakan seolah-olah apa, kalau cari kemudahan begitu aja cari yang termurah, tapi ngga gitu juga, ” katanya dikutip dari YouTube Pataka Chanel FGD: “Harga Jagung Melambung” Jumat (23/4/21).

Adapun harga pakan besar sekitar 70% pada bea produksi dari tumbuhnya mandung secara keseluruhan. Tidak kurang, karenanya perlu ada metode efisien. “Kontribusi pakan itu cukup besar terhadap hasil produksi baik boiler maupun layer. Pakan kontribusi terbesarnya dari jagung, ” logat Syailendra.

Ia pun mengajak semua bagian untuk mempersiapkan persoalan teknis di dalam negeri dengan baik, mempersiapkan diri pra ada serangan dari sungguh, yakni ayam Brasil.

“Yang di ajaran pintu kita sudah mau masuk mau menerobos, ini yang harus dijaga. Teman-teman di bagian perundingan perdagangan internasional itu wanti-wanti tetap dengan saya, kita lahannya udah setengah mati. Itu tinggal nunggu banding-banding aja dari Amerika, udah kelihatan gejalanya kalah, kalau roboh kan repot bisa tepat masuk cepat, saya ingin semuanya bersama-sama ini perkara besar, ” jelas Syailendra.

Persoalan ini bermula ketika Indonesia sempat kalah dari gugatan Brasil yang didaftarkan ke WTO pada 2014 lalu. Pada dalam gugatan itu, Brasil mengeluhkan penerapan aturan tak tertulis oleh Indonesia dengan dianggap menghambat ekspor ayam Brasil ke Indonesia semenjak 2009 silam.

Tiga tahun berikutnya, Nusantara diputuskan bersalah karena tidak mematuhi empat ketentuan WTO. Pertama, yakni daftar memasukkan Indonesia disebut tidak pantas dengan Artikel XI dan XX GATT 1994.

Kedua, persyaratan penerapan produk impor tidak tetap dengan Artikel XI serta Artikel XX. Ketiga, metode perizinan impor, utamanya pada hal pembatasan periode jendela permohonan dan persyaratan pencantuman tetap data jenis, jumlah produk, dan pelabuhan merembes, serta asal negara tak konsisten dengan Artikel X dan XX.

Keempat, penundaan proses pengesahan sertifikat kesehatan veteriner menentang Article 8 dan Annex C (1) (a) SPS agreement.

Indonesia harus mengubah ketentuan impornya. Pemerintah pun mengakomodasi dengan mengubah dua aturan, yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Bagian 65 Tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Memasukkan Hewan dan produk Hewan serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pemasukan Karkas, Keturunan, Jeroan, dan Olahannya ke Dalam Wilayah NKRI.

Namun, Brasil pasti tidak puas dengan perlakuan Indonesia. Pada Juni semrawut, Brasil mengatakan Indonesia masih menghalang-halangi ekspor daging ayamnya ke Indonesia dengan menunda sertifikasi kebersihan dan produk halal.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)