mind-id-usulkan-sederet-insentif-agar-industri-baterai-jalan-1

MIND ID Usulkan Sederet Motivasi agar Industri Baterai Bulevar

Jakarta, CNBC Indonesia – RI punya cita-cita menjadi pemain baterai level global pada 2027 mendatang. Kementerian Badan Usaha Hak Negara (BUMN) telah membuat Holding BUMN Baterai bertanda Indonesia Battery Corporation (IBC) atau PT Industri Baterai Indonesia demi mengejar cita-cita ini.

IBC ini dimiliki oleh 4 BUMN sektor pertambangan serta energi, yakni Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID (PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Agar ekosistem baterai ini bisa terbentuk dan berkembang, maka MIND ID meminta dukungan kebijaksanaan kepada berbagai kementerian, berangkat dari Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Tumbuh dan Kehutanan (LHK).


Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan memaparkan setidaknya ada 14 dukungan kebijaksanaan yang pihaknya minta pada pemerintah. Dari 14 usulan ini, menurutnya sudah ada 3 usulan yang disetujui.

Berikut daftar usulan insentif yang diminta kepada pemerintah:

Permohonan Dukungan pada Kementerian Keuangan:

1. Penambahan masa waktu pembebasan bea mengakar impor bahan baku precursor, katoda, battery cell/pack, battery recycling.
2. Penggandaan jangka waktu dan lingkup industri yang diberikan wahana tax holiday.
3. Pembebasan PPN impor untuk produk precursor, katoda, battery cell/pack.
4. Pembuatan pos tarif khusus buat precursor, katoda, dan battery cell/pack, dan agar dikenakan tarif MFN tinggi mengikuti bea masuk preferensi.

“Di Kemenkeu ada penambahan jangka waktu penyelamatan bea masuk impor, belum clear, PPN impor buat produk precursor, katoda, battery cell/pack juga belum, ” ungkapnya dalam Webinar ‘Mineral for Energy’, Selasa suangi (14/09/2021).

Menurutnya, dukungan dari Kementerian Keuangan ini dibutuhkan untuk jangka pendek saja sampai bisa mandiri.

“Dukungan jangka pendek saja, jika sudah mandiri ini gak diperlukan lagi, ” lanjutnya.

Permohonan Pertolongan kepada Kementerian Perindustrian:

1. Formulasi TKDN untuk EV Battery dan komponen pembentuknya.
2. Pembuatan pos bayaran khusus untuk precursor, katoda, dan battery cell/pack, serta agar dikenakan tarif MFN tinggi serta bea menghunjam preferensi.

Permohonan Dukungan kepada Kementerian LHK:

1. Kemudahan perizinan sisa hasil pengolahan Nikel untuk bahan baku EV Battery.

Permohonan Dukungan kepada Kementerian ESDM:

1. Diskon royalti untuk bijih nikel limonit untuk bahan baku EV Battery.
2. Diskon Harga Patokan Mineral (HPM) bijih limonit.
3. BUMN tetap dapat mengalihkan sebagian wilayah IUP/IUPK kepada anak usaha yang kebanyakan sahamnya milik BUMN.
4. Badan usaha SPKLU selaku pemegang IUPTL sanggup bekerjasama dengan pemegang IUJPTL.
5. Tarif gaya listrik untuk SPKLU serasi tarif untuk penjualan tumpah.
6. Penetapan batas atas tarif tenaga elektrik agar lebih meningkatkan teristimewa kelayakan ekonomi bagi pemegang IUPTL/IUJPTL.
7. Pelaku usaha swap EV Battery hanya berkewajiban menyediakan, tetapi tidak wajib memiliki baterai tersebut.

Dia mengatakan, dari tujuh tawaran insentif ke Kementerian ESDM tersebut, dua di antaranya telah disetujui, yakni:
1. Tarif tenaga listrik untuk Stasiun Pengisian Instrumen Listrik Umum (SPKLU) serasi tarif untuk penjualan curah.
2. Pelaku usaha swap EV Battery hanya berkewajiban menyediakan, namun tak wajib memiliki baterai itu.

“Dukungan kecendekiaan kami mohon dengan sangat karena bagaimanapun (Direktorat Jenderal) Minerba ini adalah pacar strategis. MIND ID butuh dukungan kebijakan pemerintah supaya ekosistem baterai sukses serta jadi icon pengembangan MIND ID dan kebanggan kita, ” harapnya.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)