mobil-ini-paling-laris-se-indonesia-penjualan-meroket-2-900-1

Mobil Ini Paling Laris se-Indonesia, Penjualan Meroket 2. 900%

Jakarta, CNBC Indonesia – Rilis penjualan mobil nasional pada bulan Agustus menggembirakan. Berdasarkan rilis Gaikindo, penjualan mobil bertumbuh 3 digit pada Agustus 2021. Begitu juga dengan penjualan Januari-Agustus 2021.

Bulan lalu, penjualan mobil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang 2021 dengan penjualan 83. 319 unit. Meroket 123, 5% year-to-year (yoy). Sedangkan penjualan periode Januari-Agustus naik 68, 19% yoy.

Dorongan stimulus pemerintah lewat PPnBM (Pajak Pemasaran atas Barang Mewah) 0% tampaknya berhasil membangkitkan selera industri otomotif Indonesia. Tahu programnya membuahkan  hasil, negeri pun memutuskan memperpanjang pemberian diskon PPnBM 100% had akhir tahun 2021.


Ada 23 ragam mobil yang mendapat diskon PPnBm. Pengaruh ke-23 mobil ini besar untuk pemasaran mobil nasional. Berdasarkan bukti yang dihimpun tim riset CNBC, mobil yang memiliki diskon dari Pemerintah itu memiliki kontribusi 41% daripada total penjualan mobil nasional.

Pertumbuhan pemasaran signifikan dan peluncuran contoh baru menjadi booster pemasaran mobil nasional pada bulan Agustus yang mencapai ratusan persen.

Berikut 23 model yang memiliki diskon PPnBM dan pertumbuhannya:

Brand serta Model

Penjualan Agustus 2021

Penjualan Agustus 2020

Pertumbuhan

Pasar 2021

Toyota Avanza

5775

471

1126. 1%

6. 9%

Toyota Rush

4715

2214

113. 0%

5. 7%

Toyota Raize

2883

N/A

N/A

3. 5%

Mitsubishi Xpander Cross

2590

657

294. 2%

3. 1%

Suzuki XL 7

2505

764

227. 9%

3. 0%

Mitsubishi Xpander

2335

804

190. 4%

2. 8%

Honda City Hatchback

1840

N/A

N/A

2. 2%

Daihatsu Rocky

1729

N/A

N/A

2. 1%

Honda HR-V 1, 5 L

1546

384

302. 6%

1. 9%

Daihatsu Terios

1276

1190

7. 2%

1. 5%

Daihatsu Gran Max

1080

875

23. 4%

1. 3%

Daihatsu Xenia

968

75

1190. 7%

1. 2%

Honda Brio RS

888

902

-1. 6%

1. 1%

Suzuki Ertiga

806

322

150. 3%

1. 0%

Honda CR-V 1, 5 T

711

140

407. 9%

0. 9%

Wuling Confero

576

105

448. 6%

0. 7%

Toyota Yaris

406

N/A

N/A

0. 5%

Honda Mobilio

387

27

1333. 3%

0. 5%

Nissan Livina

275

6338

-95. 7%

0. 3%

Toyota Vios

260

9

2788. 9%

0. 3%

Honda BR-V

238

34

600. 0%

0. 3%

Toyota Sienta

180

6

2900. 0%

0. 2%

Daihatsu Luxio

90

234

-61. 5%

0. 1%

Jumlah

34059

15551

41%

Sumber: Gaikindo, Tim Riset CNBC

Avanza masih menyelenggarakan pasar dengan kontribusi penjualan 6, 9% dari total penjualan mobil 2021. Avanza berhasil menjual 5775 unit mobil pada Agustus 2021. Melesat 1126, 1% yoy  dari Agustus 2020 secara penjualan hanya 471 unit mobil.

Dari tabel di atas, pertumbuhan penjualan pada Agustus 2021 melesat dibandingkan tahun 2021. Total penjualan mobil yang diberi insentif sebesar 34. 059 unit. Naik 119% yoy  dengan rata-rata kemajuan tiap model mencapai 628, 7% yoy.

Sementara itu Toyota Sienta jadi jenis mobil yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 2. 900% % yoy  setelah berhasil menjual mobil 180 unit pada Agustus 2021.

Para-para produsen mobil pun tidak mau kehilangan momentum bangkitnya penjualan mobil nasional secara meluncurkan model-model baru dalam tahun 2021. Ada tiga pendatang baru yang tepat memperoleh diskon PPnBM 0% yakni Toyota Raize, Honda City Hatchback, Daihatsu Rocky.

Sebagai pendatang perdana, Raize berhasil memikat miring konsumen Indonesia dan tepat mendapatkan pasar 3, 5%. Padahal mobil yang berkisar Rp 200 juta-an itu baru diluncurkan April 2021. Sejak peluncuran hingga Agustus 2021, Toyota berhasil menjual 9. 704 unit mobil.

Daihatsu Rocky pun tampak cukup mengakui perhatian masyarakat Indonesia. Daihatsu Rocky dibandrol mulai Rp 178 juta-an dan dapat meraih pasar 2, 2% pada Agustus 2021.

Insentif PPnBM 100% cukup berhasil membangkitkan pemasaran mobil Indonesia yang turun di tahun 2020 akibat pandemi  sejauh ini.

Akan tetapi, industri otomotif masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat yang masih belum sekuat pra pandemi. Tarik ulur kebijakan pembatasan berpengaruh terhadap pekerjaan ekonomi dan berdampak dalam isi kantong masyarakat.

Daya beli asosiasi harus mendapat perhatian istimewa untuk pemulihan mobil nasional yang lebih kokoh karena tidak selamanya insentif dikasih pemerintah.

TIM PENELITIAN CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ras/ras)