Pengusaha Warning Anies Gegara Perpanjang PSBB Ketat, Simak!

Pengusaha Warning Anies Gegara Perpanjang PSBB Ketat, Simak!

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Pokok Kota Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur  Anies Baswedan mengetatkan  Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB) berangkat 14 September 2020. Setelah berlangsung dua pekan, PSBB ketat balik diperpanjang hingga 11 Oktober 2020 mendatang. Selama kurun waktu itu, nasib dunia usaha yang tahu menunjukkan tanda-tanda bangkit, kini kembali tak menentu.

Kepala Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia Sutrisno Iwantono, mengingatkan agar jangan sampai pengorbanan para pengusaha sia-sia belaka. Pasalnya, PSBB tentu akan membuat ekonomi sulit bergerak.

“PSBB itu membentuk mengurangi orang untuk keluar vila ya. Tentu kalau orang semakin banyak tidak keluar rumah, ya kan tidak bekerja, tidak belanja. Itu tentu akan menimbulkan permintaan dengan lebih lesu terhadap dunia cara. Itu kan konsekuensi logis sebab kondisi itu dan itu umum ya, ” ujarnya saat berbincang dengan CNBC Indonesia, dikutip Minggu (27/9/2020).

Dia membaca dampak ini terjadi secara universal di berbagai sektor. Perbandingan jelas bukan hanya bisa dilihat sejak perbedaan dengan kondisi normal, tetapi juga dengan periode yang bertambah dekat.

“Memang bagi dunia usaha dampaknya pasti bakal sangat terasa sangat surut dipadankan dengan kondisi yang sebelumnya 1-2 bulan yang lalu kita telah mulai agak bangkit, tentu dengan adanya pengetatan ini akan balik turun begitu. Itu pasti, ” kata Sutrisno.

Dia menyebut, untuk zona usaha hotel dan restoran misalnya, saat PSBB penuh berlaku, di dalam April-Mei okupansi hanya berkisar pada 5% dan paling besar cuma 20%. Angka itu sempat meningkat menjadi 30% ketika PSBB dilonggarkan.

“Tapi ya secara pengetatan ini pasti nanti hendak turun lagi. Akan mengalami pengganggu lagi ya, terutama misalnya restoran karena tidak boleh, harus take away, pasti akan nyata dampaknya, ” ujar Sutrisno.

Dengan kondisi tersebut, ia berniat pengorbanan ini seyogianya bisa mengakibatkan hasil. Di sisi lain, tempat tak memungkiri bahwa pengendalian transmisi Covid-19 menjadi poin penting. Berarti, kalau angka penularan masih mulia akan sulit diharapkan ekonomi hendak membaik.

“Tapi pengorbanan itu harus membuahkan hasil. Jangan hanya sekadar pengorbanan yang lalu pengorbanan yang terus menerus, ” kata Sutrisno.

Tempat juga menggarisbawahi pentingnya mengawasi penerapan protokol kesehatan dalam transportasi. Menurut Sutrisno, banyak penularan terjadi bukan pada lokasi-lokasi seperti mal atau tempat kerja, tetapi justru zaman perjalanan.

“Di pada perjalanan secara umum di asing itu kan susah dikontrol. Sebab karena itu pengetatan di asing itu juga penting dilakukan, ” ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)