Pra Trading, Cermati Dulu 7 Informasi Pasar Hari Ini!

Pra Trading, Cermati Dulu 7 Informasi Pasar Hari Ini!

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Ikatan (IHSG) pada perdagangan Selasa kemarin (15/9/20) ditutup  anjlok 1, 18% di level 5. 100, 86 akibat kontraksi impor yang lebih buruk dari perkiraan pasar.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual suci sebanyak Rp 1 triliun pada pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 7, 9 triliun.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka impor Nusantara pada Agustus 2020 senilai US$ 10, 74 miliar atau turun 24, 2% dibandingkan dengan era yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).


Penurunan impor menunjukkan bahwa permintaan bahan baku dan barang modal untuk keperluan manufaktur di dalam negeri masih melemah, mengingat lebih dari 80% impor nasional merupakan impor barang non-konsumtif.

Kontraksi impor tersebut bertambah buruk dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia di mana impor diperkirakan turun 18, 8% (YoY). Konsensus pasar versi Reuters memperkirakan kontraksi sebesar 20, 6% (YoY).

Selain kabar tersebut, simak juga peristiwa emiten yang terjadi sepanjang perdagangan kemarin untuk mencermati trading Rabu ini (16/9/2020).

1. PSBB Ketat Anies, Moody’s Keluarkan Wahyu Jelek Properti!

Lembaga pemeringkat global, Moody’s Investor Service, memperkirakan jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diperpanjang melebihi jangka waktu 2 minggu sejak 14 September, maka menjadi sinyal bahwa pemulihan sektor kekayaan yang diprediksi terjadi pada tengah kedua tidak akan terjadi.

“Jika penguncian [PSBB] diperpanjang melebihi jangka masa 2 minggu, itu akan membatalkan ekspektasi kami saat ini bakal pemulihan pendapatan bertahap untuk perusahaan properti mulai dari paruh kedua tahun 2020, ” kata Jacintha Poh, Vice President – Senior Credit Officer Moody’s, dalam maklumat resminya, Selasa (15/9/2020).

2. Gegara Pandemi, 11 Proyek Wika Gedung Setop Sementara

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), melaporkan perkembangan terbaru dampak dari pandemi Covid-19 yang menghantam sektor-sektor di Tanah Air, termasuk konstruksi.

Syailendra Ogan, Direktur Keuangan, Human Capital, Manajemen Risiko Wika Gedung, mengatakan ada pemberhentian operasional terjadi di dalam 11 proyek dari total 58 proyek yang dikerjakan atau 19% dari total berdasarkan data 31 Agustus 2020.

“Untuk pembatasan operasional, diterapkan kepada pekerja kantor pusat yang dilakukan secara presentase karyawan WFH (Work From Home) sebesar 80% dan WAO (Work at Office) sebesar 20%, ” katanya, dalam keterbukaan keterangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9/2020).

3. Usai Dilego Albizia Asean, Begini Kondisi Bisnis Pizza Hut

Manajemen pengelola waralaba restoran Pizza Hut Indonesia, yakni PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), mengungkapkan perkembangan bisnis perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

Kurniadi Sulistyomo, Corporate Secretary PZZA, mengatakan perseroan masih melakukan pembatasan waktu & jam untuk kegiatan usaha serta operasional outlet restoran serta penyekatan kapasitas tempat duduk (dine-in) di berbagai wilayah kabupaten atau kotamadya di Indonesia.

Tetapi, sampai saat ini perseroan belum melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja), pemotongan gaji atau perumahan pegawai.

4. Ada Longsor! Merdeka Copper Setop Sementara Tambang Emas

Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menghentikan sementara aktivitas produksi di Proyek Tambang Tujuh Tanah, Banyuwangi, Jawa Timur.

Presiden Direktur MDKA, Tri Boewono menyampaikan, penghentian sementara ini disebabkan karena insiden keretakan pada bidang heap leach padpada Sabtu, 12 September 2020. Sebagai tindakan pencegahan, karyawan dan peralatan tambang dievakuasi.

“Produksi dihentikan tatkala, tapi ekstraksi terus kita buatan, ” kata Tri, dalam paparan publik tahunan 2020 secara daring, Selasa (15/9/2020).

5. Gerak Kasar & Meroket 160%, Saham Trinitan Metals Disuspen BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. (PURE), dalam rangka cooling down sehubungan dengan terjadinya pengembangan harga kumulatif yang signifikan.

Selain saham, suspensi juga berlaku bagi Waran Seri I PT Trinitan Metals And Minerals Tbk. (PURE-W), mulai perdagangan Selasa ini (15/9/2020) sampai waktu yang belum ditentukan.

“Penghentian sementara perdagangan saham dan waran tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan haluan untuk memberikan waktu yang penuh bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham dan waran PURE, ” tulis manajemen C/O, dalam pengumumannya, dikutip Selasa (15/9).

6. Erick Thohir: Kimia Farma Sudah Produksi Avigan, Setop Impor!

Anak usaha PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk (KAEF) telah mampu melakukan produksi favipiravir dengan merek jual Avigan di dalam negeri. Obat ini merupakan salah satu obat yang dijadikan sebagai terapi penyembuhan untuk pasien Covid-19.

Favipiravir adalah sejenis obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi beberapa jenis virus tertentu seperti influenza. Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir dalam acara webinar yang digelar Selasa (15/9/2020).

“Kimia Farma sudah bisa produksi Avigan, yang selama ini impor. Log in kategori favipiravir, [kini Kimia Farma] sudah bisa buat sendiri, inch kata Erick.

7. Listing pada Papan Akselerasi, Saham Planet Properindo Melesat!

Perusahaan yang bergerak di bisnis properti, akomodasi dan manajemen perhotelan, REHABILITATION Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 15 September 2020.

Perseroan menjadi emiten ke-46 yang tercatat di tahun ini.

Emiten bersandi PROGRAM ini melepas sebanyak 267, 85 juta saham baru atau setara 30% dari modal disetor lalu ditempatkan perseroan dengan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Rp 112 per saham serta menunjuk PT Indo Capital Sekuritas selaku penjamin emisi efek.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)