ptpp-fokus-turunkan-utang-dan-naikkan-pendapatan-1

PTPP Fokus Turunkan Utang serta Naikkan Pendapatan

Jakarta, CNBC Indonesia  – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menetapkan compound annual growth rate (CAGR) revenue mencapai 16% dan net income 13% untuk lima tahun kelak. Perusahaan akan mengakselerasi bisnis konstruksi, properti, non-properti dan bisnis anak usaha, pertama setelah dengan momentum pembaruan di 2021.

Direktur Utama PTPP Roman Arsyad fokus perusahaan merupakan meningkatkan nilai tambah & mencapai keuangan perusahaan yang sehat. Untuk jangka panjang, PTPP juga diharapkan bisa unggul di sektor yang telah diakselerasi.

“Untuk konstruksi sudah ada semacam cluster  champion dengan ditetapkan  oleh Kementerian BUMN yakni pelabuhan, renewable power , & airport yang akan diakselerasi hingga 5 tahun ke depan. Tentunya ada KPI di 2025 terlihat CAGR-nya seperti apa, ” sirih Novel kepada CNBC Indonesia , Jumat (09/04/2021).


Selain itu, kekuatan dalam core bisnis yakni infrastruktur menurutnya juga tidak dapat dilupakan. Novel menegaskan kongsi akan menjaga bisnisnya pada segmen gedung dan infrastruktur.

“Kami juga akan menggambarkan sektor mana saja dengan perlu manajemen risiko dengan lebih detail, sehingga kami tidak masuk ke rekan yang salah. Sehingga rekan itu bisa menghasilkan perolehan buat kami, ” cakap dia.

Bagian properti yang tengah menemui tekanan berat di periode pandemi, PTPP melakukan scale down dan berbalik buat melakukan strategi yang berbeda. Sementara untuk perusahaan bujang, PTPP berupaya agar rencana yang dijalankan tetap terhubung dengan induk perusahaan & bisa berperan sebagai pendukung ataupun sumber pendapatan.

“Nanti CAGR lantaran sisi revenue 16%, lalu untuk area net income kami juga naik 13%, dan juga dari sisi capex. Turunannya pasti ke angka-angka. Kondisi keuangan yang sehat yang bisa men-support kinerja kita, dan suasana keuangan kami cukup bagus untuk eksekusi rencana ana, ” kata Novel.

Dalam kesempatan yang serupa Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPP (Persero), Agus Purbianto mengatakan untuk menyentuh target-target tersebut harus  dipastikan  kontribusinya. Apalagi kondisi masa ini cukup menantang, sebab seperti perusahaan BUMN Susunan yang lainnya, rasio pinjaman perusahaan sudah cukup tinggi.

“Salah satu program kami untuk melakukan  penurunan utang secara bertahap. Kalau rasio utang overall masih terbatas manageable , jadi covenant yang ditetapkan kreditur sedang oke, ” kata tempat.

[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)