Punya Utang Setumpuk di Masa Pandemi? Yuk Terapkan Hal Ini

Punya Utang Setumpuk di Masa Pandemi? Yuk Terapkan Hal Ini

Jakarta, CNBC Indonesia kacau Di tengah status pandemi Covid-19 dan ekonomi yang kian memburuk, tak ayal menghasilkan banyak orang memilih berutang. Tapi jangan lupa, keberadaan utang tidak saja bisa menggerus nilai imbalan bersih, tapi juga bisa membina Anda sulit menabung.

Perlu diingat, situasi pandemi belum dapat dipastikan kapan akan usai. Jadi, lebih baik jika Kamu fokus untuk menjaga kesehatan finansial agar terhindari dari stres.

Bagi Anda yang masa ini sedang belajar mengelola keuangan dan berniat untuk hidup selamat utang, yuk simak tips merancangkan keuangan menurut Lifepal yang diterima CNBC Indonesia.


– Pastikan cicilan utang per bulan maksimal 35% dari penghasilan

Nilai debt service ratio (DSR) atau rasio pelunasan utang maksimal merupakan 35% dari penghasilan. Cicilan utang yang terlalu banyak jelas bisa mengakibatkan menurunnya kualitas hidup.

Jelas saja, kemampuan kita dalam mencukupi kebutuhan hidup bola lampu bulan akan terganggu. Belum sedang, kita akan semakin sulit menyimpan uang untuk dana darurat, keinginan proteksi, hingga investasi jangka panjang.

berantakan Kalau pun harus berutang lagi, cari tahu dulu estimasi cicilannya

Sebelum mengajukan cicilan kredit hitung terlebih zaman perkiraan cicilan yang bakal Kamu bayar. Ini untuk memudahkan Anda mengetahui perkiraan cicilan, Anda bisa menggunakan dua jenis kalkulator yang ada di Lifepal. co. id.

– Perhatikan cicilan panjang atau DP tumbuh

Tenor cicilan utang atau besaran kekayaan muka (DP) tentu bisa mempengaruhi besarnya angsuran atau cicilan utang Anda. Semakin panjangnya tenor pinjaman, maka cicilan akan terlihat bertambah ringan. Namun hati-hati, tenor yang panjang umumnya juga disertai tingginya tingkat suku bunga kredit.

Sementara itu, besarnya DP tentu akan mempengaruhi nilai sari utang yang juga berdampak di besarnya cicilan per bulan.   Pahamilah dengan seksama seputar besarnya beban bunga yang harus Kamu tanggung nantinya.

– Jangan berutang bila dana darurat tidak cukup

Besar kemungkinan nalar utang terhadap aset dan DSR Anda masih sehat, tapi jika jumlah aset lancar Anda sungguh-sungguh sedikit maka hal itu pula cukup berbahaya.

Besaran nilai basic liquidity ratio atau dengan kerap disebut dana darurat adalah tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Semuanya tergantung dari status dan risiko pekerjaan Anda.

Apabila Anda masih lajang dan tak memiliki tanggungan, tiga kali pengeluaran bulanan mungkin cukup. Namun jika Anda sudah berbaur tentu saja, dana darurat sejumlah tiga kali pengeluaran tak mau cukup.

Oleh sebab itu, pastikan saja kebutuhan derma darurat sudah tersedia jauh-jauh hari sebelum Anda mengajukan permohonan kredit.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)