rudy-tanoe-kebut-rights-issue-zbra-kelar-semester-i-2021-1

Rudy Tanoe Kebut Rights Issue ZBRA Kelar Semester I-2021

Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen emiten layanan supply chain logistik, PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), menargetkan skema penambahan modal melalui hak mengambil efek terlebih dahulu (HMETD) akan selesai di semester pertama tahun ini.

Perseroan akan meminta restu pemegang saham untuk menambah simpanan melalui skema hak mengambil efek terlebih dahulu (HMETD) II atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3, 43 miliar saham perdana yang akan dilaksanakan pada 7 Mei 2021 mendatang.

Namun, untuk pelaksanaan rights issue diharapkan akan siap sebelum 28 Juni 2021 karena perseroan mengacu kepada periode laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2020.

Belum ditentukan harga pelaksanaan rights issue tersebut. Namun, Rudy Tanoesoedibjo, selaku kuasa Direksi Zebra membeberkan, nilainya akan lebih rendah dibanding posisi harga saham ZBRA setelah suspensi kedua yaitu di level Rp 840 per saham.

“Rights issue tidak sampai Rp 840 per saham, harganya pada bawah itu, ” katanya kepada awak media di dalam paparan publik insidentil, Selasa (13/4/2021) di Gedung Satrio Tower, Jakarta.

Rudy membuktikan perseroan akan menjadi perusahaan holding yang menjalankan bermacam-macam lini bisnis Dos Ni Roha (DNR) setelah masukan rampung dan meninggalkan usaha lama Zebra di dunia transportasi dan distribusi bahan bakar gas yang bergeser ke bisnis supply chain logistik ang terintegrasi, sebab hulu ke hilir.

Tujuan DNR mengakuisisi saham Zebra antara asing agar membuat DNR menjadi lebih dapat diakses oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu sarana investasi bagi investor publik.

“ZBRA nantinya akan memiliki 99% saham DNR, jadi bahan ini adalah bagaimana kita bisa membuat DNR bertambah aksesable oleh masyarakat besar, dan menjadi salah mulia sarana nvestasi yang indah para investor publik, jadi itu salah satu alasan mengapa kita mengakuisisi Zebra, ” kata Rudy, Jumat (9/4/2021).

Dijelaskan Rudy, Zebra telah meninggalkan bisnis taksi di Surabaya dan beralih ke bisnis yang dijalankan DNR saat ini, yakni ke bisnis perdagangan, distributor media kesehatan, hingga logistik.

“Masuknya DNR di Zebra hendak membuat bisnis beralih sejak tadinya taksi menjadi usaha yang dilakukan DNR saat ini, itu yang mau terjadi, ” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya PT Trinity Healtcare (THC) mengambilalih sebesar 51% saham Zebra di dalam 9 Maret 2021 berserakan. Rudy tercatat menggenggam kepemilikan 90% saham di THC.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan manajemen kepada Bursa Pengaruh Indonesia, nilai nominal rights issue tersebut sebesar Rp 100 per saham, namun belum ditetapkan harga pelaksananaannya.

Dalam rights issue ini, PT Trinity Healthcare (THC) selaku pemegang saham pengendali perseroan beserta PT European Hospital Development (EHD), PT Jagegreen Equities (JGE) & PT Holistic Ventures (HV), atau secara bersama-sama disebut pemegang saham PT Kotak Ni Roha (DNR), mau mengambil bagian atas saham baru perseroan dengan mengabulkan penyetoran dalam bentuk inbreng saham sebanyak 99% sejak seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh DNR.


Tetapi demikian, sebelum maupun setelah PMHMETD II ini, THC nantinya akan tetap menjelma pemegang saham pengendali perseroan maupun DNR. “Aksi korporasi yang akan dilakukan oleh perseroan tersebut tidak hendak menyebabkan terjadinya perubahan pengurus terhadap perseroan, ” sirih manajemen ZBRA, Kamis (1/4/2021).

Rencananya, sekitar 77, 70% dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk mengambilalih 99% saham DNR atau setara 2, 66 miliar saham. Sedangkan sisanya digunakan untuk modal kegiatan perseroan.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)