Rusia Umumkan Vaksin Corona, Pasar Dow Futures Ikut Senang

Rusia Umumkan Vaksin Corona, Pasar Dow Futures Ikut Senang

Jakarta, CNBC Indonesia porakporanda Kontrak berjangka ( futures ) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8/2020) bergerak menguat, menyusul informasi Rusia menemukan vaksin Covid-19, yang kian memuluskan jalan bagi ruang acuan bursa AS tersebut menyentuh rekor tertinggi yang baru.

Kontrak futures ruang Dow Jones Industrial Average naik 286 poin atau 1%, menunjukkan bahwa indeks acuan bursa GANDAR bakal menguat 266 poin. Perikatan serupa indeks S& P 500 dan Nasdaq juga masuk ke zona positif, dengan menguat per 0, 7% dan 0, 6%.

Pengukuhan itu terjadi setelah media lokal memberitakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pemerintahannya sudah memberi persetujuan vaksin Covid-19 yang pertama di dunia.


Meski muncul skeptisisme soal temuan vaksin di Rusia, kabar tersebut tetap memicu optimisme bahwa pandemi akan segera teratasi. Tidak heran, saham-saham yang diuntungkan dari pengembangan vaksin tercatat bangkit di sesi pra-pembukaan. Saham American Airlines dan Norwegian Cruise Lines loncat 6%.

Goldman Sachs pekan lalu mendongkrak proyeksi pertumbuhan ekonomi ke depan dengan mengasumsikan bakal ada satu vaksin yang ditemukan akhir tahun ini, yang diikuti distribusi dalam skala luas di kuartal kedua tahun depan.

“Pasar melihat hari-hari lebih baik ke depannya, ” tutur Jeff Buchbinder, perencana saham LPL Financial, dalam keterangan risetnya. “Meski dari sisi masa masih tak pasti, pasar saham menunjukkan keyakinan bahwa pandemi hendak berakhir dengan vaksin -atau kira-kira vaksin-dan ditolong oleh penanganan dengan lebih baik untuk sementara. ”

Kadar stimulus AS sejatinya masih belum pasti. Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Senin mengatakan bahwa Gedung Putih terbuka untuk memulai balik negosiasi dengan partai Demokrat buat mengucurkan lebih banyak bantuan ke masyarakat yang terdampak pandemi.

Minggu lalu, Trump secara sepihak melanjutkan distribusi tunjangan pengangguran yang telah habis masa berlakunya, menunda pembalasan pinjaman kuliah ke tahun 2020, memperpanjang moratorium penyitaan kredit property dan menyediakan libur pajak bayar (Pph).

“Menyusul skup kesepakatan yang kian terbatas dan reaksi rekan yang positif, investor saham kian condong pada kemungkinan bahwa kata sepakat yang lebih besar bakal dicapai, ” ujar Mark Hackett, Kepala Riset Investasi Nationwide, dalam keterangan riset yang dikutip CNBC International .

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)