Sampai 19, 5% Target, BRI Memacu Penyaluran KUR Super Mikro

Sampai 19, 5% Target, BRI Memacu Penyaluran KUR Super Mikro

Jakarta, CNBC  Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik penugasan dari Pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Kaum (KUR) dalam skala super mikro dengan plafon kuota sebesar Rp 10 triliun. Penugasan penyaluran buat skala super mikro ini mempertegas perseroan yang selama ini mempunyai DNA mikro dan komitmen memberdayakan UMKM sesuai semangat go smaller, go shorter dan go faster.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan penugasan yang diberikan Pemerintah kepada BRI untuk menyalurkan KUR super mikro ini adalah kepercayaan kepada perseroan yang selama ini secara konsisten terus mengakselerasi penyalurannya guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Selama ini DNA-nya BRI itu sektor cara mikro dan UKM. Kami tetap berkomitmen dalam pemberdayaan ultra mikro sesuai semangat go smaller, go shorter, go faster. Dengan KUR super mikro ini diharapkan usaha skala mikro dapat bertahan di masa sulit akibat pandemi, ” ujar Sunarso.


Mematok September 2020, BRI mencatat pembagian KUR super mikro sebesar Rp1, 95 triliun atau 19, 5% dari plafon kuota yang diberikan oleh Pemerintah. KUR super mikro tersebut sudah disalurkan kepada bertambah dari 225 ribu debitur, secara 44, 6% di antaranya hidup di sektor produksi.

KUR super mikro ditujukan untuk masyarakat yang belum pernah mendapatkan KUR dan tidak sedang menikmati pinjaman komersial. KUR Super Mikro juga diprioritaskan untuk pekerja dengan terkena PHK dan Ibu Sendi Tangga yang memiliki usaha. KUR super mikro diberikan kepada penerima dengan plafon maksimal Rp10 juta untuk setiap Penerima KUR.

Kebijakan terkait penyaluran KUR super mikro ini telah diatur oleh Pemerintah di dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) No. 15 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permenko No. 8 Tahun 2019 tentang Dasar Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.

BRI, lanjut Sunarso, lestari menargetkan 80% portofolio kredit disalurkan ke segmen usaha mikro, mungil dan menengah (UMKM) dan perseroan tetap konsisten menjaga dominasi dalam segmen tersebut. Ini sejalan secara misi yang diemban BRI kalau perseroan harus bisa melayani bangsa sebanyak mungkin, dengan harga semurah mungkin.

“BRI telah memiliki strategi agar penyaluran KUR, baik di segmen mikro dan super mikro, menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Kami telah melakukan transformasi digital untuk mencapai efisiensi proses dan menciptakan value baru dengan new business model, ” jelas Sunarso.

Foto: Dok: BRI

Selain KUR super mikro, BRI juga menyalurkan KUR ukuran mikro dengan total kuota sejumlah Rp 120 triliun, KUR rasio kecil sebesar Rp10 triliun dan KUR TKI sebesar Rp200 miliar. Total plafon KUR yang ditargetkan disalurkan BRI pada tahun ini sebesar Rp 140, 2 triliun.

Hingga September 2020, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 90, 1 triliun ataupun 64, 3% dari kuota dengan tersedia. Adapun, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KUR datang dengan September 2020 terjaga di angka 0, 04%. BRI optimistis dapat menyalurkan seluruh dana KUR hingga akhir Desember 2020. Situasi ini didukung oleh tenaga marketing BRI yang mencapai 28 seperseribu orang.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)