Sangka Stimulus Muncul Lagi, Wall Street Naik Tipis di Pembukaan

Sangka Stimulus Muncul Lagi, Wall Street Naik Tipis di Pembukaan

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Konsorsium (AS) dibuka menghijau pada perniagaan Kamis (3/12/2020), di tengah ekspektasi bahwa stimulus pandemi masih akan dikeluarkan sebelum pelantikan Joe Biden sebagai presiden baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 29 poin (+0, 1%) pada pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 20 menit lalu menjadi 65, 7 poin (+0, 22%) ke 29. 949, 49. S& P 500 naik dua, 4 poin (+0, 06%) ke 3. 671, 39 dan Nasdaq tumbuh 47, 4 poin (+0, 38%) ke 12. 396, 78.

AS saat ini memiliki 100. 000 pasien Corona, menurut data Covid Tracking Project, jauh lebih luhur dari gelombang pertama pada musim panas. Sebanyak 2. 800 orang meninggal akibat virus mematikan itu.


Bertemu efek pandemi ke ekonomi, Pemimpin DPR AS Nancy Pelosi & pimpinan minoritas Senat Chuck Schumer merilis pernyataan bersama mendesak Partai Republik untuk bekerja-sama menyiapkan sedekah bantuan pandemi, menggunakan proposal Kongres sebagai pijakan awal.

Namun, pimpinan kebanyakan Senat Mitch McConnell menolak proposal senilai US$ 908 miliar itu, dan ngotot bahwa nilai provokasi putaran selanjutnya semestinya di lembah US$ 500 miliar.

“Pimpinan Partai Demokrat terlihat telah mengendur terkait poin paket stimulus fiskal yang menyentuh triliunan dolar, memperkuat pertaruhan bahwa kesepakatan akan tercapai sebelum akhirusanah, ” tutur Jan Hatzius, Besar Ekonom Goldman Sachs AS, pada laporan riset yang dikutip CNBC International .

Pada Rabu, Inggris menjadi negara pertama dengan memberikan persetujuan darurat untuk vaksin produksi Pfizer dan BioNTech. Regulator di AS dan Eropa serupa segera membuat keputusan mengenai vaksin yang sama dan juga vaksin produksi Moderna.

Namun, peredaran vaksin secara global bakal membutuhkan waktu berbulan-bulan karena perusahaan farmasi harus meluluskan produksinya, sementara AS bakal mengikuti musim dingin yang bisa memperburuk penyebaran Covid-19.

Data awal klaim pengangguran menunjukkan pekan lalu hanya tersedia 712. 000 klaim tunjangan pengangguran baru, lebih naik dari kemufakatan ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan 780. 000 permintaan baru.

Data ketenagakerjaan yang lebih lengkap bakal dirilis pada Jumat, oleh Departemen Tenaga Kerja AS, di mana Dow Jones memperkirakan mau ada 440. 000 lapangan kerja baru dan angka pengangguran pada level 6, 7%.

Di sisi lain, ketegangan dengan China mengemuka setelah DPR AS secara mufakat membiarkan aturan yang memaksa perusahaan China tunduk pada standard audit AS jika ingin mencatatkan sahamnya pada Negeri Sam. Aturan itu saat ini tinggal diteken Presiden AS Donald Trump.

TIM RISET CNBC NUSANTARA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)