bayar-listrik-lewat-tanggal-20-siap-siap-listrik-diputus-1

Tukar Listrik Lewat Tanggal 20, Siap-Siap Listrik Diputus!

Jakarta, CNBC Indonesia – PT PLN (Persero) menaikkan masyarakat, terutama bagi pelanggan listrik pasca bayar, untuk membayar tagihan listrik dalam awal bulan. Hal itu agar mencegah pelanggan lalai untuk membayar listrik di bulan tersebut.

Executive Vice President Hubungan Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, tagihan listrik biasanya akan muncul dan bisa diakses konsumen mulai tanggal 2 atau 3 setiap bulan. Dakwaan tersebut merupakan hasil penggunaan listrik pada bulan sebelumnya.

Setelah keluarnya tagihan tersebut, maka dianjurkan pelanggan untuk langsung membayarnya.


“Meskipun dalam Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL), telah diatur bahwa pemisah waktu untuk pembayaran bon listrik pascabayar adalah agenda 20 setiap bulannya, tetapi kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pembayaran di kausa bulan, ” tuturnya, kaya dikutip dari keterangan formal perseroan, dikutip Senin (02/08/2021).

Untuk pelanggan listrik pascabayar, PLN melaksanakan perhitungan tagihan listrik memakai hasil pencatatan dan pengecekan fisik petugas PLN kepada angka kWh meter dengan terpasang di rumah konsumen.

Selain tersebut, pelanggan juga bisa melangsungkan catat meter mandiri yang dikirim pelanggan melalui permintaan PLN Mobile. Catat meter mandiri melalui menu Mendapati Meter bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya.

“Sekarang konsumen bisa melaporkan langsung angka penggunaan listrik di kWh meternya melalui aplikasi PLN Mobile, selain lebih semoga, pelanggan juga bisa langsung mendapatkan estimasi tagihan listriknya, ” tambah Agung.

Proses pembayaran dakwaan listrik juga dengan barangkali dapat dilakukan melalui praktik PLN Mobile, atau melalui bank yang bekerja setara dengan PLN, baik melalui internet banking maupun SMS banking . Pembayaran juga bisa melalui marketplace, Kantor Pos maupun gerai minimarket .

Konsekuensi Listrik Diputus

Istimewa mengatakan, ada konsekuensi kalau pelanggan belum melakukan pembalasan hingga tanggal 20 bulan berikutnya setelah pemakaian atau tanggal 20 pada kamar dikeluarkannya tagihan listrik.

Jika melewati batas waktu tersebut, maka pelanggan PLN akan dikenakan kompensasi biaya keterlambatan dalam dakwaan selanjutnya.

PLN juga akan menyampaikan pemberitahuan melalui aplikasi PLN Mobile jika Tagihan Rekening Elektrik sudah terbit dan tahu agar pelanggan segera menyelenggarakan pembayaran.

Sesuai SPJBTL, berikut ini dampak atas kelalaian pelanggan:

• Jika meninggalkan batas waktu pembayaran yakni tanggal 20, maka PLN berhak untuk melakukan penetapan sementara.

• Jika 60 hari semenjak dilakukan pemutusan sementara konsumen belum melunasi tagihannya, oleh sebab itu PLN berhak melakukan pengungkapan rampung.

• Apabila setelah dilakukan pembongkaran rampung, pelanggan menginginkan sambungan listrik kembali maka pelanggan tetap harus melunasi tunggakannya dan diperlakukan sebagai suruhan sambungan baru.

Jika pelanggan membutuhkan informasi atau layanan PLN mampu dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile yang tersedia dalam PlayStore atau AppStore.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)