Wall Street Dibuka Hijau Sambut Bukti Belanja Konsumen AS

Wall Street Dibuka Hijau Sambut Bukti Belanja Konsumen AS

Jakarta, CNBC Indonesia kacau Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (28/8/2020), menyambut data positif konsumen pasca keputusan bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan aib lebih lama.

Data ekonomi yang baru dirilis menjanjikan perbaikan dengan belanja konsumen AS naik 1, 9% di dalam Juli, atau melampaui proyeksi Reuters sebesar 1, 5%. Pendapatan personal juga lebih baik dari ekspektasi, dengan menguat 0, 4% manakala ekonom memproyeksikan koreksi 0, 2%.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 77, 8 poin (+0, 3%) pada prakata perdagangan pukul 08: 30 zaman setempat (21: 30 WIB), serta 15 menit kemudian surut menjadi 69, 64 poin (+0, 24%) ke 28. 561, 91. Ruang Nasdaq menguat 47, 21 pokok (+0, 41%) ke 11. 672, 55 dan S& P 500 naik 7, 7 poin (+0, 22%) ke 3. 492, 25.


Saham Walmart dan Microsoft memimpin penguatan Dow Jones, dengan meroket masing-masing bertambah dari 1%. Sektor teknologi mencetak kinerja terbaik di indeks S& P 500, dengan menguat 0, 6%.

Pengumuman bos bank sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell dengan melakukan pendekatan baru terhadap inflasi dan angka pengangguran memicu volatilitas di pasar kemarin. Indeks Nasdaq melemah 0, 3% dipicu anjloknya harga saham Apple dan Amazon.

“Pengumuman pergerakan terhadap pendekatan angka pengangguran yang asimetris sangat penting & perkembangan ini layak disambut, ” tutur Greg Daco, Kepala Ekonom Oxford Economics, dalam laporan penelitian yang dikutip CNBC International .

The Fed, lanjut dia, tak akan terburu-buru memajukan suku bunga acuan. Jika angka pengangguran turun, bank sentral tersebut akan berusaha memastikan bahwa kebaikan dari kebijakan moneter yang bertambah longgar bakal berjalan se-inklusif jadi. ”

Penguatan di awal perdagangan Jumat ini kian membuka peluang untuk Dow Jones untuk memasuki zona positif sepanjang tahun berjalan. Belakang posisi gain secara year to date (YTD) itu dibukukan pada Februari, pra pandemi Corona menyerbu.

AWAK RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)