Wall Street Dibuka Merah Menyusul Kaburnya Wacana Stimulus

Wall Street Dibuka Merah Menyusul Kaburnya Wacana Stimulus

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka merah pada perdagangan Rabu (2/12/2020), menyusul kaburnya rencana stimulus baru di Senat sementara perang dagang dikhawatirkan masih bakal berlangsung di bawah kepemimpinan presiden baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average ambles 175, 2 poin (-0, 6%) dalam pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan selang 25 menit membaik jadi 86, 2 poin (-0, 29%) ke 29. 737, 69. Indeks S& P 500 surut 7, 45 poin (-0, 2%) ke 3. 655 tetapi Nasdaq minus 102, 2 poin (-0, 83%) ke 12. 252, 94.

Inggris pada Rabu menjadi negara pertama di negeri yang mengizinkan penggunaan vaksin penerapan Pfizer-BioNTech, dan akan mulai tersedia di pasaran pekan depan. “Awal vaksinasi Covid-19 kian dekat, memperkuat arah ‘pembelian di kala koreksi’, ” tutur Jim Paulsen, kepala perencana investasi Leuthold Group, sebagaimana dikutip CNBC International .


Indeks Dow Jones kemarin melompat 185 poin, ditopang penguatan bagian Apple yang mencapai 3% pada sehari. Indeks S& P 500 tumbuh 1, 13% menyentuh rekor tertinggi. Indeks Nasdaq juga mencetak rekor baru sebesar 1, 3%.

Hati positif sempat muncul dari Negeri Sam yang berencana mengesahkan paket stimulus senilai US$ 908 miliar, tetapi pimpinan Senat Mitch McConnell menolaknya. Investor masih berharap paket stimulus kedua bakal muncul.

Namun, maklumat presiden terpilih Joe Biden yang menyebutkan bahwa pihaknya tak hendak buru-buru mencabut tarif yang dikenakan oleh pemerintahan Donald Trump terhadap produk impor asal China melaksanakan pasar ketar-ketir bahwa efek konflik dagang masih akan panjang.

Pasar selalu cenderung kecewa melihat data penggajian swasta versi ADP yang cuma naik 307. 000 pada November, lebih buruk dari posisi Oktober sebanyak 365. 000. Capaian itu juga jauh dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones dengan memperkirakan angka 475. 000 orang.

Mnuchin juga menyerukan pada Kongres untuk mengesahkan bantuan baru bagi karakter usaha restoran senilai US$ 300 miliar untuk membantu menghadapi efek pandemi selama musim dingin.

AWAK RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)