Wall Street Dibuka Naik 150 Poin Sambut Prospek Stimulus AS

Wall Street Dibuka Naik 150 Poin Sambut Prospek Stimulus AS

Jakarta, CNBC Nusantara – Bursa saham Amerika Konsorsium (AS) dibuka menguat pada perniagaan Selasa (15/12/2020), menyambut perkembangan vaksin dan kian cerahnya peluang tercapainya kesepakatan stimulus.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 150 poin (+0, 5%) pada pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 20 menit kemudian gamak surut menjadi 134, 95 poin (+0, 45%) ke 29. 996, 5. S& P 500 naik 25, 7 poin (+0, 71%) ke 3. 673, 21 & Nasdaq tumbuh 97, 5 pokok (+0, 78%) ke 12. 537, 5.

Para penyusun undang-undang di AS tengah membahas proposal terbaru buat memuluskan stimulus terbaru senilai US$ 748 miliar, yang termasuk pelestarian kelangsungan bisnis dan keuangan buat pemerintah lokal senilai US$ 160 miliar.


Selanjutnya, ada program tunjangan pengangguran dan kredit lunak di kolong program perlindungan gaji dengan biji masing-masing program mencapai US$ 300 miliar. Program-program tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi 2020 lantaran kemerosotan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membahas proposal stimulus dan permufakatan pendanaan tersebut pada Senin suangi, sebagaimana diungkap juru bicara Pelosi yakni Drew Hammill dalam cuitannya di Twitter.

Keduanya tengah “mendiskusikan pentingnya komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan mereka secepat mungkin, ” tutur Hammill. Sementara  itu  Luke Tilley, ekonom kepala Wilmington Trust, menghargai paket stimulus baru diperlukan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Secara bersaingan, vaksin mulai diedarkan di GANDAR tetapi angka kematian masih tinggi, menyentuh 300. 000 jiwa. Walikota New York Bill de Blasio mengingatkan bahwa kota tersebut akan mengalami “penutupan total” segera untuk mencegah kapasitas rumah sakit.

“Dengan berlanjutnya kenaikan kejadian dan vaksinasi masal, kita berpeluang melihat pelemahan lebih lanjut pada lapangan pekerjaan dan bahkan pergerakan mendatar di mana tidak ada lapangan kerja baru yang terbentuk, ” tutur Luke, sebagaimana dikutip CNBC International .

Pada Selasa, Balai Obat & Makanan (Food and Drug Administration/FDA) mengatakan bahwa vaksin besutan Moderna memenuhi ekspektasi untuk penggunaan perlu, yang menjadi langkah krusial pra muncul persetujuan penuh. Namun saham Moderna malah melemah 0, 6%.

Investors juga akan mencermati data inspeksi Empire State Manufacturing yang bahan menunjukkan ekspektasi kondisi manufaktur AS. Bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) memulai rapat 2 hari untuk menentukan suku bunga acuan dan kebijakan moneter lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)